A. PENDAHULUAN

Kota Magelang yang merupakan salah satu kota tujuan wisata telah menghasilkan berbagai macam makanan khas, seperti gethuk, wajik, kripik tahu, potil dan lain sebagainya. Selain itu penduduk kota Magelang dikenal sebagai masyarakat yang konsumtif. Hal ini terbukti dengan banyaknya restoran ataupun kedai-kedai yang menyuguhkan berbagai jenis makanan.

Seiring dengan berkembangnya trend wisata kuliner saat ini, memberikan peluang bagi masyarakat kota Magelang untuk menciptakan ataupun mengembangkan usaha yang kreatif dan inovatif, khususnya di bidang kuliner. Bakso adalah salah satu kuliner yang digemari oleh masyarakat Magelang. Hal ini terlihat dari banyaknya warung bakso di kota Magelang yang pertumbuhannya begitu pesat. Fenomena ini menjadikan sebuah peluang bagi para pelaku bisnis, khususnya pedagang bakso dalam melakukan inovasi. Inovasi diperlukan untuk mengantisipasi kejenuhan di masyarakat.

Salah satu upaya untuk menciptakan terobosan baru sebagai usaha peningkatan kreatifitas diri dan peningkatan jiwa enterpreuner, kami berusaha membuka usaha yang diberi nama “ Waroeng Bakso Sea World “. Nama usaha tersebut dibuat seunik mungkin agar mudah diingat oleh masyarakat. Disamping itu kami berusaha mengedepankan cita rasa, pelayanan prima, higienitas dan variasi produk. Bakso yang kami tawarkan adalah berbahan ikan kakap, cumi-cumi, udang, tuna dan ikan laut lainnya. Bakso yang kita tawarkan dibuat dalam bentuk sesuai dengan binatang laut dan disajikan dalam dua pilihan yaitu bakso kuah dengan berbagai rasa atau sesuai dengan pesanan dan bakso steak.

Usaha ini dipilih karena masih tergolong unik dan merupakan makanan yang digemari semua kalangan masayarakat.

B. KONSEP BISNIS (SWOT ANALYSIS)

Dalam sebuah konsep bisnis diperlukan adanya SWOT Analysis, demikian juga pada pengembangan bisnis Waroeng Bakso Sea World ini. Berikut analisis dari bisnis tersebut ;

1. Strength (S)

a. Harga relatif lebih murah dari pesaing.

b. Tidak banyak pesaing khususnya bakso sea food berbentuk hewan laut dan bakso steak.

c. Kualitas (rasa dan kualitas bahan) lebih unggul  dari pesaing

d. Telah terbukti bakso digemari oleh masyarakat

2. Weaknesess(W)

a. Modal yang digunakan kecil

b. Teknologi masih sederhana, secara manual

c. Nama belum dikenal

3. Oportunity (O)

Pangsa pasar masih terbuka lebar karena belum ada pesaing yang menjual produk bakso sea food berbentuk binatang laut dan bakso steak dengan harga terjangkau dan kualitas unggul.

4. Threat (T)

Masalah permodalan dan nama yang belum dikenal dapat diatasi dengan penambahan modal melalui subsidi dana yang tidak terlalu besar atau pengembangan usaha melalui melalui media promosi. Tantangan dapat diatasi dengan memberikan inovasi produk yang berkelanjutan sehingga kejenuhan masyarakat terhadap bakso dapat ditekan dan menambah pelanggan baru, bahkan dapat mengurangi peluang pesaing.

C. ANALISIS KELAYAKAN BISNIS

  1. Analisis Teknis

a. Ketersediaan Bahan Baku

Bahan baku utama adalah ikan kakap, cumi-cumi, udang, tuna dan ikan laut lainnya Ketersediaan bahan baku ini mudah diperoleh, sehingga tidak menghambat proses produksi. Bahan baku diperoleh langsung dari supplier yang dikirim langsung ke tempat produksi setiap harinya.

b. Kemudahan Proses

Dari proses pengolahan tidak mengalami kesulitan. Setelah bahan baku didapat kemudian dilakukan proses penggilingan, karena tidak memiliki mesin penggiling sendiri sehingga perlu pengawasan higienitas secara intensif pada jasa penggilingan. Selain itu, diperlukan alat cetak bakso agar mempermudah proses pencetakan sesuai dengan bentuk yang diharapkan.

  1. Analisis Ekonomis

a. Analisis Pasar

1. Segmentasi, Target, Posisi di Pasar

Sasaran dari pemasaran berdasarkan segmentasi pasar ditujukan pada semua kalangan masyarakat, karena mereka menyukai kuliner yang murah dan mengenyangkan. Sedangkan Magelang sebagai salah satu kota tujuan wisata yang masyarakatnya konsumtif, menjadikan usaha ini memilih segmentasi pasar semua kalangan masyarakat. Berdasarkan keunggulan kompetitif seperti jenis bahan baku yang digunakan, proses produksi yang tanpa menggunakan bahan pengawet serta harga yang sangat terjangkau, kami menentukan posisi pasar produk ini sebagai produk bakso yang berkualitas, bermutu tinggi, dan dijamin halal.

2. Situasi Persaingan

Berdasarkan pengamatan untuk saat ini belum ada pedagang bakso dengan konsep yang sama. Sehingga belum ada persaingan.

 

 

 

b. Manajemen Pemasaran

Dalam hal ini, analisis akan mengacu pada bauran pemasaran yaitu mengenai kebijakan produk, harga, promosi dan distribusi.

1. Kebijakan Produk

Produk bakso yang akan diproduksi adalah jenis bakso dengan baku dari berbagai ikan laut yang segar. Produk ini mempunyai kandungan sebagai berikut :

a. Berbagai jenis ikan laut

b. Tepung Tapioka / Kanji

c. Bawang putih

d. Merica

e. Telur Ayam

f. Garam ber-iodium

2. Kebijakan Harga

Penetapan harga yang diusulkan adalah berdasarkan kemampuan daya beli masyarakat Magelang yang telah disesuaikan dengan biaya produksi. Sehingga harga jual bakso sea food berbentuk binatang laut dan steak bakso mulai Rp. 6.000/per porsi.

3. Kebijakan Promosi

Untuk memudahkan pelaksanaan penjualan, maka dilakukan usaha promosi. Promosi ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat. Promosi pengenalan produk akan dilakukan dengan cara menyebar brosur, memasang spanduk, iklan radio dan promosi dari mulut ke mulut.

4. Kebijakan Distribusi

Untuk mempercepat distribusi produk, pendistribusian dilakukan menggunakan sepeda motor dari tempat produksi menuju tempat usaha.

 

c. Analisis Produksi

1. Proses Produksi

Proses produksi dimulai pada pagi hari yang diawali dengan pembelian bahan baku. Hal ini dilakukan pada pagi hari agar mendapatkan kualitas bahan baku yang bagus yaitu kakap, udang, cumi-cumi, tuna dan ikan laut lainnya yang masih segar. Setelah bahan baku lengkap, maka dilakukan penggilingan hingga menjadi adonan bakso yang siap dibentuk dan dimasak. Proses pengolahan dilakukan secara bertahap. Dimulai dari pencetakan bakso ke dalam air yang mendidih, setelah itu direbus kembali hingga matang. Setelah matang, bakso dipacking dan siap untuk dikirim.

2. Bahan Baku

Produk bakso yang akan diproduksi adalah jenis bakso dengan bahan baku dari kakap, cumi-cumi, udang, tuna dan ikan laut lainnya yang segar. Produk ini mempunyai kandungan sebagai berikut :

Berbagai ikan laut

Tepung Tapioka / Kanji

Bawang putih

Merica

Telur Ayam

Garam ber-iodium

3. Rencana Pengembangan Produksi

Untuk pengembangan produksi  direncanakan akan menambah tenaga ke50% menggunakan alat pencetak. Hal ini untuk mempercepat pengolahan dan standarisasi produk.

 

d. Analisis Sumber Daya Manusia

Untuk menunjang proses produksi dan pemasaran, dibutuhkan 5 orang karyawan yang masing-masing mempunyai tugas menggiling dan membuat bakso, menyajikan bakso, cleaning dan kasir. Penguasaan dalam mengolah bakso tidak rumit, sehingga dapat menjalankan operasi produksi dengan baik.

D. ORGANISASI PELAKSANA

Dalam pengembangan bisnis Waroeng Bakso Sea World perlu didukung oleh posisi-posisi organisasi yang tergambar dalam struktur sebagai berikut :

A. Pimpinan

1. Bertanggung jawab atas perusahaan secara menyeluruhan.

2. Pembuat keputusan yang berkaitan dengan perusahaan.

3. Mengatur persediaan dengan pemasok.

4. Memajukan perusahaan

5. Bertanggung jawab atas pemasaran.

6. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fungsi- fungsi personalia.

7. Mengadakan perekrutan karyawan.

8. Mengadakan penilaian kinerja karyawan.

9. Melakukan kegiatan promosi.

 

B. Pegawai Administrasi dan Keuangan:

1. Meningkatkan profit perusahaan.

2. Bertanggung jawab atas keuangan.

3. Mengatur pembagian gaji karyawan.

4. Mengatur sumber dana dan penggunaannya.

 

C. Pegawai Produksi :

1. Belanja Bahan Baku

2. Menggiling Bahan

3. Mengolah dan Memasak bahan

 

D. Kasir & Serving

1. Melayani pembayaran konsumen.

2. Melayani pesanan

3. Melakukan pembukuan

4. Serving

NO

JENIS KEGIATAN

Minggu

I

II

III

IV

V

VI

VII

VIII

 

 

 

 

 

 

 

 

I

SURVEI PASAR

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Bahan Baku

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Mesin penggiling

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Alat  pencetak bakso

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Grobag

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

Peralatan dapur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II

PROMOSI DAN PEMASARAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Sebar Spanduk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Sebar Brosur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Iklan Radio

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Iklan Koran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

III

PRODUKSI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Pengadaan bahan baku

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Pengolahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Distribusi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Pengemasan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IV

EVALUASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

F. RENCANA PENGGUNAAN DANA

Rincian Anggaran

NO

KOMPONEN BIAYA

UNIT

HARGA

TOTAL

1

PRODUKSI

 

 

 

Anggaran :

 

 

 

 

Freezer

1

Rp   3,000,000.00

 

 

Alat Pencetak Bakso

10

Rp      150,000.00

 

 

Dandang

1

Rp     225.000,00

 

 

Panci

2

Rp      100,000.00

 

 

Wajan

2

Rp        80,000.00

 

 

1 Set Kompor

 

1

Rp      350,000.00

 

 

Tabung gas

1

Rp      200,000.00

 

 

Gayung sayur

2

Rp.     300.000,00

 

 

Tirisan

2

Rp        30,000.00

 

 

Baskom

3

Rp        30.000,00

 

 

Sendok

10

Rp        10,000.00

 

 

Pisau

2

Rp          5,000.00

 

Total

 

 

Rp 4,480,000.00

 

 

 

 

 

 

2

ADVERTISING

 

 

 

 

Anggaran :

 

 

 

 

Spanduk

 

4

Rp      600,000.00

 

 

Brosur

1rim

Rp      150,000.00

 

Iklan Radio

 

Rp      300,000.00

 

 

Iklan Koran

 

Rp      300,000.00

 

 

Total

 

 

Rp 1,350,000.00

 

 

 

 

 

 

3

OPERASIONAL

 

 

 

 

Anggaran :

 

 

 

 

Payung Tenda

6

Rp   6.000.000,00

 

 

Grobag

1

Rp   4,500,000.00

 

 

Meja Serving

1

Rp   1,000,000.00

 

 

Tupperware

1

Rp      300,000.00

 

 

Kursi

24

Rp      720.000,00

 

 

Meja makan

6

Rp   2.000,000.00

 

 

Mangkuk saji

30

Rp      300,000.00

 

 

Piring saji

30

Rp      490,000.00

 

 

Sendok

 

3 dosin

Rp        30.000,00

 

 

Garfu

 

3 dosin

Rp        30.000,00

 

 

Pisau steak

 

3 dosin

Rp        60.000,00

 

 

Tempat tisu

 

6

Rp        18.000,00

 

 

Tempat sampah

 

2

Rp.       16.000,00

 

 

Nampan

 

5

Rp        87,500.00

 

Tempat saus + kecap

15

Rp        60,000.00

 

 

Tempat sendok

6

Rp        27.000,00

 

 

Tempat sambal

6

Rp        27,000.00

 

 

Gelas

3 dosin

Rp      120.000,00

 

Teko air

1

Rp        68.000,00

 

Total

 

 

Rp15,853,500.00

 

 

 

 

 

 

4

MODAL KERJA

 

 

 

 

Anggaran :

 

 

 

 

Macam-macam ikan

10

Rp      800,000.00

 

 

Tulang sapi

1

Rp        75.000,00

 

 

Tepung

5

Rp        30,000.00

 

 

Garam

3

Rp          3,000.00

 

 

Bawang

5

Rp          8,000.00

 

 

Telur

5

Rp          7,000.00

 

 

Merica

1

Rp          2,500.00

 

 

Saos

1

Rp        65,000.00

 

Kecap

3

Rp        33,000.00

 

 

Wortel

1

Rp          6,000.00

 

 

Buncis

1

Rp          4,500.00

 

 

Kentang

1

Rp          8.500.00

 

 

Mie jagung

3

Rp        12,000.00

 

 

Brokoli

1

Rp          8,000.00

 

 

Minyak Goreng

2

Rp        20,000.00

 

 

Total

 

 

Rp1.082,500.00

 

 

 

 

 

 

5

BIAYA UMUM DAN ADMINISTRASI

 

 

Anggaran :

 

 

 

 

Gaji

5

Rp   1,250,000.00

 

 

Sewa Tempat

1bln

Rp   1,000,000.00

 

 

Bensin

 

Rp      500,000.00

 

 

Biaya Komunikasi

 

Rp      200,000.00

 

 

Pembuatan Nota

1rim

Rp      150,000.00

 

 

Pembuatan Plastik

1000

Rp     200,000.00

 

 

Total

 

 

Rp 3,300,000.00

 

TOTAL PENGELUARAN

 

Rp26,066,000.00

G. RENCANA KEBERLANJUTAN

Dalam perencanaan ke depan untuk keberlanjutan usaha ini adalah penambahan cabang baru. Tujuannya untuk memperluas pasar. Selain itu kedepannya usaha ini diharapkan dapat mengurangi pengangguran. Dalam pembukaan cabang, akan mempermudah masyarakat untuk menikmati kuliner ini tanpa harus berjauh-jauh. Pembukaan cabang merupakan metode yang efektif dan terbukti sukses dalam hal pengembangan usaha.

 

PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA

Waroeng Bakso Sea World

 

 

disusun oleh:

Agung Samodra                                              08.0102.0122

 

 

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG

2010

 

HALAMAN PENGESAHAN

1.

Judul

Waroeng Bakso Sea World

2

Bidang Usaha

Kuliner

3.

Kelompok Usaha

 

 

a.Nama Anggota

NIM

Jabatan

Putri Tristya Purnama

07.0102.0057

Ketua Kelompok

 

b.Nama Anggota

NIM

Jabatan

Intan Dwi Karyati

08.0102.0039

Anggota Kelompok

 

c.Nama Anggota

NIM

Jabatan

Arief Budhi Yunianto

08.0102.0101

Anggota Kelompok

4.

Alamat usaha

Jl Tentara Pelajar  Magelang

5.

No.Telp/HP

085643205640

6.

Dosen Pembimbing

 

 

a. Nama Lengkap dan Gelar

Muh. Khakim, SH

 

b. NIP

946609092

Magelang, 23 Februari 2010

Mengetahui,

Dosen Pembimbing                                                     Ketua Kelompok

 

Muh. Khakim, SH Putri Tristya Purnama

Wakil Rektor III,

 

 

Suharso, SH, M.Hum

A. PENDAHULUAN

Kota Magelang yang merupakan salah satu kota tujuan wisata telah menghasilkan berbagai macam makanan khas, seperti gethuk, wajik, kripik tahu, potil dan lain sebagainya. Selain itu penduduk kota Magelang dikenal sebagai masyarakat yang konsumtif. Hal ini terbukti dengan banyaknya restoran ataupun kedai-kedai yang menyuguhkan berbagai jenis makanan.

Seiring dengan berkembangnya trend wisata kuliner saat ini, memberikan peluang bagi masyarakat kota Magelang untuk menciptakan ataupun mengembangkan usaha yang kreatif dan inovatif, khususnya di bidang kuliner. Bakso adalah salah satu kuliner yang digemari oleh masyarakat Magelang. Hal ini terlihat dari banyaknya warung bakso di kota Magelang yang pertumbuhannya begitu pesat. Fenomena ini menjadikan sebuah peluang bagi para pelaku bisnis, khususnya pedagang bakso dalam melakukan inovasi. Inovasi diperlukan untuk mengantisipasi kejenuhan di masyarakat.

Salah satu upaya untuk menciptakan terobosan baru sebagai usaha peningkatan kreatifitas diri dan peningkatan jiwa enterpreuner, kami berusaha membuka usaha yang diberi nama “ Waroeng Bakso Sea World “. Nama usaha tersebut dibuat seunik mungkin agar mudah diingat oleh masyarakat. Disamping itu kami berusaha mengedepankan cita rasa, pelayanan prima, higienitas dan variasi produk. Bakso yang kami tawarkan adalah berbahan ikan kakap, cumi-cumi, udang, tuna dan ikan laut lainnya. Bakso yang kita tawarkan dibuat dalam bentuk sesuai dengan binatang laut dan disajikan dalam dua pilihan yaitu bakso kuah dengan berbagai rasa atau sesuai dengan pesanan dan bakso steak.

Usaha ini dipilih karena masih tergolong unik dan merupakan makanan yang digemari semua kalangan masayarakat.

B. KONSEP BISNIS (SWOT ANALYSIS)

Dalam sebuah konsep bisnis diperlukan adanya SWOT Analysis, demikian juga pada pengembangan bisnis Waroeng Bakso Sea World ini. Berikut analisis dari bisnis tersebut ;

1. Strength (S)

a. Harga relatif lebih murah dari pesaing.

b. Tidak banyak pesaing khususnya bakso sea food berbentuk hewan laut dan bakso steak.

c. Kualitas (rasa dan kualitas bahan) lebih unggul  dari pesaing

d. Telah terbukti bakso digemari oleh masyarakat

2. Weaknesess(W)

a. Modal yang digunakan kecil

b. Teknologi masih sederhana, secara manual

c. Nama belum dikenal

 

 

 

 

3. Oportunity (O)

Pangsa pasar masih terbuka lebar karena belum ada pesaing yang menjual produk bakso sea food berbentuk binatang laut dan bakso steak dengan harga terjangkau dan kualitas unggul.

4. Threat (T)

Masalah permodalan dan nama yang belum dikenal dapat diatasi dengan penambahan modal melalui subsidi dana yang tidak terlalu besar atau pengembangan usaha melalui melalui media promosi. Tantangan dapat diatasi dengan memberikan inovasi produk yang berkelanjutan sehingga kejenuhan masyarakat terhadap bakso dapat ditekan dan menambah pelanggan baru, bahkan dapat mengurangi peluang pesaing.

C. ANALISIS KELAYAKAN BISNIS

  1. Analisis Teknis

a. Ketersediaan Bahan Baku

Bahan baku utama adalah ikan kakap, cumi-cumi, udang, tuna dan ikan laut lainnya Ketersediaan bahan baku ini mudah diperoleh, sehingga tidak menghambat proses produksi. Bahan baku diperoleh langsung dari supplier yang dikirim langsung ke tempat produksi setiap harinya.

b. Kemudahan Proses

Dari proses pengolahan tidak mengalami kesulitan. Setelah bahan baku didapat kemudian dilakukan proses penggilingan, karena tidak memiliki mesin penggiling sendiri sehingga perlu pengawasan higienitas secara intensif pada jasa penggilingan. Selain itu, diperlukan alat cetak bakso agar mempermudah proses pencetakan sesuai dengan bentuk yang diharapkan.

  1. Analisis Ekonomis

a. Analisis Pasar

1. Segmentasi, Target, Posisi di Pasar

Sasaran dari pemasaran berdasarkan segmentasi pasar ditujukan pada semua kalangan masyarakat, karena mereka menyukai kuliner yang murah dan mengenyangkan. Sedangkan Magelang sebagai salah satu kota tujuan wisata yang masyarakatnya konsumtif, menjadikan usaha ini memilih segmentasi pasar semua kalangan masyarakat. Berdasarkan keunggulan kompetitif seperti jenis bahan baku yang digunakan, proses produksi yang tanpa menggunakan bahan pengawet serta harga yang sangat terjangkau, kami menentukan posisi pasar produk ini sebagai produk bakso yang berkualitas, bermutu tinggi, dan dijamin halal.

2. Situasi Persaingan

Berdasarkan pengamatan untuk saat ini belum ada pedagang bakso dengan konsep yang sama. Sehingga belum ada persaingan.

 

 

 

b. Manajemen Pemasaran

Dalam hal ini, analisis akan mengacu pada bauran pemasaran yaitu mengenai kebijakan produk, harga, promosi dan distribusi.

1. Kebijakan Produk

Produk bakso yang akan diproduksi adalah jenis bakso dengan baku dari berbagai ikan laut yang segar. Produk ini mempunyai kandungan sebagai berikut :

a. Berbagai jenis ikan laut

b. Tepung Tapioka / Kanji

c. Bawang putih

d. Merica

e. Telur Ayam

f. Garam ber-iodium

2. Kebijakan Harga

Penetapan harga yang diusulkan adalah berdasarkan kemampuan daya beli masyarakat Magelang yang telah disesuaikan dengan biaya produksi. Sehingga harga jual bakso sea food berbentuk binatang laut dan steak bakso mulai Rp. 6.000/per porsi.

3. Kebijakan Promosi

Untuk memudahkan pelaksanaan penjualan, maka dilakukan usaha promosi. Promosi ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat. Promosi pengenalan produk akan dilakukan dengan cara menyebar brosur, memasang spanduk, iklan radio dan promosi dari mulut ke mulut.

4. Kebijakan Distribusi

Untuk mempercepat distribusi produk, pendistribusian dilakukan menggunakan sepeda motor dari tempat produksi menuju tempat usaha.

 

c. Analisis Produksi

1. Proses Produksi

Proses produksi dimulai pada pagi hari yang diawali dengan pembelian bahan baku. Hal ini dilakukan pada pagi hari agar mendapatkan kualitas bahan baku yang bagus yaitu kakap, udang, cumi-cumi, tuna dan ikan laut lainnya yang masih segar. Setelah bahan baku lengkap, maka dilakukan penggilingan hingga menjadi adonan bakso yang siap dibentuk dan dimasak. Proses pengolahan dilakukan secara bertahap. Dimulai dari pencetakan bakso ke dalam air yang mendidih, setelah itu direbus kembali hingga matang. Setelah matang, bakso dipacking dan siap untuk dikirim.

2. Bahan Baku

Produk bakso yang akan diproduksi adalah jenis bakso dengan bahan baku dari kakap, cumi-cumi, udang, tuna dan ikan laut lainnya yang segar. Produk ini mempunyai kandungan sebagai berikut :

Berbagai ikan laut

Tepung Tapioka / Kanji

Bawang putih

Merica

Telur Ayam

Garam ber-iodium

3. Rencana Pengembangan Produksi

Untuk pengembangan produksi  direncanakan akan menambah tenaga ke50% menggunakan alat pencetak. Hal ini untuk mempercepat pengolahan dan standarisasi produk.

 

d. Analisis Sumber Daya Manusia

Untuk menunjang proses produksi dan pemasaran, dibutuhkan 5 orang karyawan yang masing-masing mempunyai tugas menggiling dan membuat bakso, menyajikan bakso, cleaning dan kasir. Penguasaan dalam mengolah bakso tidak rumit, sehingga dapat menjalankan operasi produksi dengan baik.

D. ORGANISASI PELAKSANA

Dalam pengembangan bisnis Waroeng Bakso Sea World perlu didukung oleh posisi-posisi organisasi yang tergambar dalam struktur sebagai berikut :

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–>

Pimpinan

Produksi

Kasir & Serving

Administrasi &Keuangan

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]><![endif]–>

A. Pimpinan

1. Bertanggung jawab atas perusahaan secara menyeluruhan.

2. Pembuat keputusan yang berkaitan dengan perusahaan.

3. Mengatur persediaan dengan pemasok.

4. Memajukan perusahaan

5. Bertanggung jawab atas pemasaran.

6. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fungsi- fungsi personalia.

7. Mengadakan perekrutan karyawan.

8. Mengadakan penilaian kinerja karyawan.

9. Melakukan kegiatan promosi.

 

B. Pegawai Administrasi dan Keuangan:

1. Meningkatkan profit perusahaan.

2. Bertanggung jawab atas keuangan.

3. Mengatur pembagian gaji karyawan.

4. Mengatur sumber dana dan penggunaannya.

 

C. Pegawai Produksi :

1. Belanja Bahan Baku

2. Menggiling Bahan

3. Mengolah dan Memasak bahan

 

D. Kasir & Serving

1. Melayani pembayaran konsumen.

2. Melayani pesanan

3. Melakukan pembukuan

4. Serving

NO

JENIS KEGIATAN

Minggu

I

II

III

IV

V

VI

VII

VIII

 

 

 

 

 

 

 

 

I

SURVEI PASAR

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Bahan Baku

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Mesin penggiling

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Alat  pencetak bakso

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Grobag

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

Peralatan dapur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II

PROMOSI DAN PEMASARAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Sebar Spanduk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Sebar Brosur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Iklan Radio

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Iklan Koran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

III

PRODUKSI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Pengadaan bahan baku

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Pengolahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Distribusi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Pengemasan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IV

EVALUASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

F. RENCANA PENGGUNAAN DANA

Rincian Anggaran

NO

KOMPONEN BIAYA

UNIT

HARGA

TOTAL

1

PRODUKSI

 

 

 

Anggaran :

 

 

 

 

Freezer

1

Rp   3,000,000.00

 

 

Alat Pencetak Bakso

10

Rp      150,000.00

 

 

Dandang

1

Rp     225.000,00

 

 

Panci

2

Rp      100,000.00

 

 

Wajan

2

Rp        80,000.00

 

 

1 Set Kompor

 

1

Rp      350,000.00

 

 

Tabung gas

1

Rp      200,000.00

 

 

Gayung sayur

2

Rp.     300.000,00

 

 

Tirisan

2

Rp        30,000.00

 

 

Baskom

3

Rp        30.000,00

 

 

Sendok

10

Rp        10,000.00

 

 

Pisau

2

Rp          5,000.00

 

Total

 

 

Rp 4,480,000.00

 

 

 

 

 

 

2

ADVERTISING

 

 

 

 

Anggaran :

 

 

 

 

Spanduk

 

4

Rp      600,000.00

 

 

Brosur

1rim

Rp      150,000.00

 

Iklan Radio

 

Rp      300,000.00

 

 

Iklan Koran

 

Rp      300,000.00

 

 

Total

 

 

Rp 1,350,000.00

 

 

 

 

 

 

3

OPERASIONAL

 

 

 

 

Anggaran :

 

 

 

 

Payung Tenda

6

Rp   6.000.000,00

 

 

Grobag

1

Rp   4,500,000.00

 

 

Meja Serving

1

Rp   1,000,000.00

 

 

Tupperware

1

Rp      300,000.00

 

 

Kursi

24

Rp      720.000,00

 

 

Meja makan

6

Rp   2.000,000.00

 

 

Mangkuk saji

30

Rp      300,000.00

 

 

Piring saji

30

Rp      490,000.00

 

 

Sendok

 

3 dosin

Rp        30.000,00

 

 

Garfu

 

3 dosin

Rp        30.000,00

 

 

Pisau steak

 

3 dosin

Rp        60.000,00

 

 

Tempat tisu

 

6

Rp        18.000,00

 

 

Tempat sampah

 

2

Rp.       16.000,00

 

 

Nampan

 

5

Rp        87,500.00

 

Tempat saus + kecap

15

Rp        60,000.00

 

 

Tempat sendok

6

Rp        27.000,00

 

 

Tempat sambal

6

Rp        27,000.00

 

 

Gelas

3 dosin

Rp      120.000,00

 

Teko air

1

Rp        68.000,00

 

Total

 

 

Rp15,853,500.00

 

 

 

 

 

 

4

MODAL KERJA

 

 

 

 

Anggaran :

 

 

 

 

Macam-macam ikan

10

Rp      800,000.00

 

 

Tulang sapi

1

Rp        75.000,00

 

 

Tepung

5

Rp        30,000.00

 

 

Garam

3

Rp          3,000.00

 

 

Bawang

5

Rp          8,000.00

 

 

Telur

5

Rp          7,000.00

 

 

Merica

1

Rp          2,500.00

 

 

Saos

1

Rp        65,000.00

 

Kecap

3

Rp        33,000.00

 

 

Wortel

1

Rp          6,000.00

 

 

Buncis

1

Rp          4,500.00

 

 

Kentang

1

Rp          8.500.00

 

 

Mie jagung

3

Rp        12,000.00

 

 

Brokoli

1

Rp          8,000.00

 

 

Minyak Goreng

2

Rp        20,000.00

 

 

Total

 

 

Rp1.082,500.00

 

 

 

 

 

 

5

BIAYA UMUM DAN ADMINISTRASI

 

 

Anggaran :

 

 

 

 

Gaji

5

Rp   1,250,000.00

 

 

Sewa Tempat

1bln

Rp   1,000,000.00

 

 

Bensin

 

Rp      500,000.00

 

 

Biaya Komunikasi

 

Rp      200,000.00

 

 

Pembuatan Nota

1rim

Rp      150,000.00

 

 

Pembuatan Plastik

1000

Rp     200,000.00

 

 

Total

 

 

Rp 3,300,000.00

 

TOTAL PENGELUARAN

 

Rp26,066,000.00

G. RENCANA KEBERLANJUTAN

Dalam perencanaan ke depan untuk keberlanjutan usaha ini adalah penambahan cabang baru. Tujuannya untuk memperluas pasar. Selain itu kedepannya usaha ini diharapkan dapat mengurangi pengangguran. Dalam pembukaan cabang, akan mempermudah masyarakat untuk menikmati kuliner ini tanpa harus berjauh-jauh. Pembukaan cabang merupakan metode yang efektif dan terbukti sukses dalam hal pengembangan usaha.

H. DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENGUSUL

PUTRI TRISTYA PURNAMA

Personal Informasi

Nama Panggilan                : Putri

Alamat                              : Jl. Bonokeling No 22 Panca Arga 1 Magelang

TTL                                   : Salatiga, 22 Januari1989

Agama                               : Islam

No Hp                               : 085643205640

 

Riwayat Pendidikan

2007          Lulus dari SMA Negeri 3 Magelang

2004          Lulus dari SMP Negeri 1 Magelang

2001          Lulus dari SD Negeri Sumberejo

Pengalaman Organisasi

2007-2008 Sekertaris Umum HMA UMM

2008-2009 Sekertaris Umum HMA UMM

2009-2010 Ketua Dep Penalaran BEM FE UMM

2009-2010 Staf Keuangan BEM UMM

 

INTAN DWI KARYATI

Personal Informasi

Nama Panggilan                : Intan

Alamat                              : Piyungan Timur Sawangan Magelang

TTL                                   : Garut, 2 Juni 1987

Agama                               : Islam

No Hp.                              : 085643837002

Riwayat Pendidikan

2005                      SMK N 2 Magelang

2002                      SLTP N 1 Blabak

1999                      SD N Sirnagalih 4

Pengalaman Organisasi

2007-2008 Bendahara HMA UMM

2008-2009 Ka.Dep Penalaran HMA UMM

2009-1010 Bendahara BEM FE UMM

2009-2010 Staf  Departemen Luar Negeri BEM UMM

 

ARIEF BUDHI YUNIANTO

Personal Informasi

Nama Panggilan                : Arif

Alamat                              : Jogenegoro Indah 2 blok vv-04, RT 03 RW XI,       desa Jogonegoro Mertoyudan Magelang

TTL                                   : Magelang, 24 Juni 1988

Agama                               : Islam

No Hp.                              : 085729547174

Riwayat Pendidikan

2006                      SMA N 7 Purworejo

2003                      SMP N 6 Purworejo

2000                      SD N Kliwonan Purworejo

Pengalaman organisasi

0SIS

Wakil Ketua Umum HMA UMM

Magelang, 23 Februari 2010

 

Ketua,

 

Putri Tristya Purnama

 

Anggota I                                                                 Anggota II

 

Intan Dwi Karyati Arief Budhi Yunianto