Suatu persekutuan dinyatakan dibubarkan apabila perjanjian bersama yang semula diadakan untuk menjalankan usaha bersama-sama telah berakhir.Misalnya kematian seorang anggota berakibat dengan sendirinya perjanjian kerjasama berakhir dan dengan demikiann persekutuan dinyatakan dibubarkan.

Dengan pembubaran persekutuan,kekuasaan yang didapatkan dari para anggota untuk menjalankan perusahaan sebagai usaha yang berjalan terus telah berakhir.Dengan kematian seorang anggota,anggota-anggota lain yang masih hidup dapat bertindak atas nama persekutuan untuk melanjutkan transaksi yang sudah dimulai dan menyelesaikan sama sekali transaksi perdagangan lainnya.

Usaha perusahaan tetap dapat berjalan,karena pengunduran diri seorang anggota tanpa adanya gangguan terhadap masuknya anggota baru sebagai pengganti.Namun demikian persekutuan semula harus dianggap berahkir dan usaha perusahaan berada dibawah pengelolaan persekutuan yang baru.

Persoalan akuntansi dalam pembubaran persekutuan

A.    Masalah masuknya seorang atau lebih anggta baru

B.     Pengunduran diri seorang anggota

C.     Ketian sorang anggota atau lebih

D.    Penyatuan dan atau perubahan bentuk badan usaha

Masuknya seorang atau lebih anggota baru

Apabila seorang atau lebih anggota baru dierbolehkan masuk kedalam persekutuan,berarti satu persekutuan yang baru telah dibentuk.Apabila tidak ada persetujuan yang baru,maka ketentuan tentang undang-undang  tentang persekutuan akan dilaksanakan,dimana pembagian keuntungan diantara para anggota adalah sama.Masuknya anggota baru didalam persekutuan dalam keadaan bagaimanapun juga harus mendapatkan pertsetujuan anggota yang ada.

Seseorang yang akan masuk kedalam persekutuan dapat memasukkan modal dengan cara:

a.       Membeli sebagian atau seluruhnya dari bagian modal (penyertaan) seorang atau lebih anggota lama (tidak ada kekayaan baru yang diterima oleh persekutuan)

b.      Menanamkan kekayaan pada persekutuan,sehingga kekayaan persekutuan bertambah

Pembelian sebagian hak penyertaan dari anggota persekutuan

Transaksi pembayaran antara pihak pembeli kepada pihak penjual merupakan transaksi pribadi pemilik dan tidak perlu dicatat oleh perusahaan.Transaksi jual beli hak penyertaan dan pembagian laba (rugi) didalam perusahaan itu,dilihat dari segi persekutuan sebagai unit usaha yang terpisah merupakan pemindahan kekayaan pribadi masin-masing anggota.

PERSEKUTUAN A& B

Neraca per 31 desember 1979

—————————————————————————————————

Macam-macam aktiva  Rp 1.250.000,00       Macam-macam hutang           Rp 250.000,00

Modal A                                  Rp 600.000,00

Modal B                                  Rp 400.000,00

Jumlah aktiva               Rp 1.250.000,00       Jumlah hutang dan modal    Rp 1.250.000,00

Pada saat itu C ingin masuk dalam keanggotaan persekutuan dengan membeli ¼ bagian hak penyertaan A dan B dengan membayar sebesar Rp 250.000,00

Pencatatan didalam persekutuan atas transaksi tersebut,hanya berupa pemindahan ¼ penyertaan A dan B kepada C tanpa memperhatikan berupa besarnya pembayaran oleh C kepada A  da B sebagai berikut:

Modal A                                 Rp 150.000,00

Modal B                                 Rp 100.000,00

Modal C                                           Rp 250.000,00

Sebagai akibat masuknya C di dalam persekutuan tidak mempengaruhi besarnya jumlqah modal persekutuan.Dengan masuknya C di dalam persekutuan hanya komposisi hak penyertaan masing-masing anggota yang berubah,seadng jumlah totalnya tetap tidak berubah seperti ternyata pada tabel berikut ini:

Sebelum masuknya C Setelah C masuk didalam persekutuan

Modal A               600.000,00                                                            450.000,00

Modal B               400.000,00                                                            300.000,00

Modal C                      —                                                                   250.000,00

Modal

Persekutuan         1.000.000,00                                                          1.000.000,00

Suatu penyertaan (investasi) dengan memberikan bonus dan atau goodwill kepada anggota pemilik yang lama

Apabila sebuah persekutuan telah berjalan dengan sukses,maka biasanya pada anggota baru yang akan masuk dibebani kewajiban-kewajiban antara lain:

–          Bagian penyertaan daripada anggota baru harus dikurangi dengan jumlah tertentu sebagai bonus kepada anggota pemilik lama

–          Goodwill persekutuan harus diadakan dan dikredit sebagai penambahan modal anggota-anggota pemilik yang lama

Pemberian bonus kepada pemilik lama

Misalnya tuan L,m dan N adalah anggota-anggota persekutuan dengan modal dan pembagian laba (rugi) masing-masing sebagai berikut:

Saldo modal Pembagian laba (rugi)

Tuan L                                      50.000,00                                             45%

Tuan M                                     30.000,00                                             35%

Tuan N                                  20.000,00 20%

Jumlah                    100.000,00                                            100%

Pada saat itu tuan O ingin masuk dalam keanggotaan persekutuan dan diterima oleh anggota-anggota pemilik lama.Untuk itu Tuan O menyerahkan uang sebesar Rp 40.000,00 untuk penyertaan modal sebanyak 25% dari modal persekutuan yang baru.

Jurnal untuk mencatat masuknya tuan O adalah sebagai berikut:

Kas                                                     Rp 40.000,00

Modal L                                                                            Rp   2.250,00

Modal M                                                                           Rp   1.750.00

Modal N                                                                           Rp   1.000,00

Modal O                                                                           Rp 35.000,00

Perhitungan:

Jumlah modal persekutuan (sebelum Tuan O masuk)                  Rp 100.000,00

Setoran modal Tuan O                                                                 Rp    40.000,00

Jumlah modal persekutuan yang baru                               Rp 140.000,00

Modal tuan O dinilai 25% dari modal persekutuan yang baru, 25% x  Rp 140.000,00 = Rp 35.000,00

Setoran modal tuan O                                                                        Rp     40.000,00

Bagian modal yang diperhitungkan                                             Rp     35.000,00

Bonus untuk anggota pemilik lam                                    Rp       5.000,00

Bonus tersebut dibagi sesuai dengan perbandingan pembagian laba (rugi) sebagai berikut

Tuan L menerima: 45% x Rp 5.000,00 =                        Rp       2.250,00

Tuan M menerima 35% x Rp 5.000,00 =                        Rp       1.750,00

Tuan N menerima: 20% x Rp 5.000,00 =                        Rp       1.000,00

Jumlah                                                       Rp       5.000,00

Penilaian kembali aktiva

Suatu penyertaan (investasi) dengan memberikan bonus atau goodwill kepada anggota yang baru.Bonus atau goodwill akan diberikan kepada anggota yang baru timbul karena persekutuan yang ada mungkin mengharapkan adanya keuntungan yang lebih besar apabila calon anggota tertentu masuk kedalam persekutuannya.

Dlam hal ini akan terjadi kemungkinan-kemungkinan:

–          Bagian modal anggota pemilik lam dikurangi dan diberikan sebagai bonus kepada anggota yang baru

–          Goodwill harus dibentuk dan dikredit pada rekening modal anggota yang baru

Pemberian bonus kepada anggota yang baru

Misalnya persekutuan tuan L,M dan N tersebut di muka,setuju Tuian O masuk dalam persekutuan.Tuan O menyerahkan uang sebesar Rp 40.000,00 untuk penyertaan 40% dari modal persekutuan yang baru.

Jutnal untuk mencatat nasuknya tuan O adalah:

Kas                                                     Rp 40.000,00

Modal L  (45% x 16.000)                  Rp   7.200,00

Modal M (35% x 16.000                    Rp   5.600,00

Modal N (20%  x 16.000)                  Rp   3.200,00

Modal O                                                                           Rp  56.000,00

Perhitungan:

Saldo modal (sebelum masuknya tuan O)                                   Rp 100.000,00

Setoran modal tuan O                                                                        Rp   40.000,00

Jumlah                                                                   Rp 140.000,00

Hak penyertaan tuan O,dihitung 40% dari :

Saldo modal yang baru: 40% x Rp 140.000,00 = Rp  56.000,00

Setoran modal Tuan O                                       = Rp  40.000,00

Bonus kepada tuan O                                Rp   16.000,00

Bonus sebesar Rp 16.000,00 dikurangjkan dari saldo modal anggota pemilik lama,dengan perhiotungan sebagai berikut:

Tuan L : 45% x Rp 16.000,00 = Rp   7.200,00

Tuan M  35% x Rp 16.000,00 = Rp   5.600,00

Tuan N : 20% x Rp 16.000,00 = Rp   3.200,00

Jumlah                  Rp 16.000,00

Penyelesaian pengunduran diri seorang anggota

Pengunduran diri seorang anggota atau lebih penyelesaiannya dapat dilakukan dengan:

1.      Bagian penyerahan anggota yang mengundurkan diri dijual kepada anggota yang lain atau anggota yang baru

2.      Bagian penyertaanya dikembalikan dalam bentuk uang tunai atau harta kekayaan lainnya sesuai dengan perhitungan bagian penyertaanya.

Didalam perjanjian persekutuan biasanya haurs sudah diatur tentang prosedur tertentu didalam pengukuran dan penilaian bagian hak penyertaan dari anggota yang mengundurkan diri. Pembayaran kepada anggota yang mengundurkan diri dengan jumlah yang melampaui saldo modalnya. Hal ini dapat terjadi apabila penilaian kembali kekayaan perusahaan ternyata lebih tinggi dari apa yang tercatat dalam buku.Dengan demikian anggota yang ingin meneruskan usaha berani memberikan bonus atau goodwill kepada anggota yang mengundurkan diri.

Pemberian bonus

Tuan S,T dan U adalah anggota-anggota persekutuan yang mempunyai saldo modal masing-masing Rp 200.000,00 perjanjian pembagian keuntungan diantara mereka

Adalah : 50%,25% dan 25%.Tuan U menyatakan mengundurkan diri dan diterima baik oleh semua anggota.Para anggota setuju untuk membayar kepada tuan U sebanyak Rp 230.000,00. Kelebihan pembayaran kepada tuan U diberikan sebagai bonus.

Atas dasar data tersebut,maka jurnal untuk mencatat pengunduran diri tuan U adalah:

Modal U                                  Rp 200.000,00

Modal S                                  Rp   20.000,00

Modal T                                  Rp   10.000,00

Hutang Tuan U (kas)                                            Rp 230.000,00

Pembentukan goodwill

Misalnya pada contoh diatas,Tuan S dan T tidak ingin saldo modalnya dikurangi,meskipun mereka bersedia membayar sebesar Rp 230.000,00 kepada tuan U sebagai penyelesaian pengunduran diri tuan U.

Dalam hal ini kelebihan Rp 30.000,00 yang akan diterima Tuan U dibayarkan sebagai perwujudan adanya goodwill yang dibentuk.Dalam hal goodwill dibentuk untuk keseluruhan anggota,maka jurnalnya adalah:

– Pembentukan goodwill:

Goodwill                                 Rp 120.000,00

Modal S                                                                Rp 60.000,00

Modal T                                                                Rp 30.000,00

Modal U                                                               Rp 30.000,00

–          Pembayaran kepada tuan U

Modal U                                  Rp 230.000,00

Hutang Tuan U (kas)                                            Rp 230.000,00

Maka jurnal pembentukan goodwill dan pengunduran diri Tuan U adalah:

Modal U                                  Rp 200.000,00

Goodwill                                 Rp   30.000,00

Hutang Tuan U (kas)                                            Rp 230.000,00

Penyerahan dengan adanya kematian seorang anggota

Kematian seorang anggota persekutuan berarti membubarkan prsekutuan.Apabila tidak ada suatu hal yang khusus,maka rugi laba sampai dengan sat itu harus ditentukan.Keuntungan (kerugian) persekutuan dan juga laba (rugi) karena penilaian kembali semuanya diperhitungkan ke rekening modal anggota-anggota yang bersangkutan.

Para anggota persekutuan dapat mengadakan penyelesaian yang disetujui atas bagian penyertaan (modal) anggota yang mati sebagai berikut:

1.      Dari pembayaran dari harta persekutuan

2.      Dengan pembayaran oleh salah seorang anggota yang ada yang bersedia membeli bagian penyertaan (modal) anggota ynag mati.

3.      Dengan pembayaran dari hasil asuransi persekutuan dengan pembelian bagian penyertaan anggota yang mati oleh anggota-anggota yang masih ada.Apabila perusahaan diteruskan oleh anggota yang ada,kematian anggota berakibat pembubaran persekutuan semula dan satu persekutuan yang baru ahrus dibentuk

Penyatuan atau peleburan suatu persekutuan kedalam bentuk perseroan

Para anggota pemilik dapat memutuskan untuk meleburkan diri dalam bentuk perseroan agar terjamin adanya keuntungan yang diperoleh didalam bentuk organisasi perseroan itu. Proses akuntansi selanjutnya bagi perseroan yang baru:tergantung apakah perseroan akan melanjutkan buku persekutuan ataukanh akan membuka buku-buku yang baru sama sekali.Apabila buku-buku persekutuan tetap dipertahankan,maka pencatatan hendaknya menunjukkan adanya:

a.       Perubahan nilai aktiva,hutang dan bagian penyertaan msing-masing anggota sebelumnya kepada bentuk perseroan

b. Perubahan didalam bentuk pemilikan.

Apabila membuka buku-buku baru maka pencatatan yang pertama tama harus diadakan adalah penyesuaian aktiva dan bagian penyertaan para nggota,kemudian diikuti dengan pencatatan-pencatatan:

a.       Pemindahan aktiva dan hutang kedalam perseroan

b. Penerimaan saham-saham sebagai pembayaran terhadap kekayaan bersih yang dipindahkan

c. Pembagian saham kepada para anggota pemilik

Contoh:

Tuan B dan C adalah anggota-anggota persekutuan yang mebagi laba (rugi) dengan perbandinga yang sama.Mereka memutuskan untuk melebur persekutuannya menjadi sebuah perseroan dengan modal statutair yang terbagi dalam 500 lembar saham biasa nominal @ Rp 1.000,00.Posisi keuangan persekutuan seelum diadakan peleburan adalah:

Persekutuan B dan C

Neraca per 31 desember 1990

AKTIVA                         HUTANG DAN MODAL

Kas……………………………………………4.000          hutang dagang……………………….20.000

Piutang dagang….42.000                                    wesel bayar……………………………12.000

Cadangan keru-                                                   Modal B………………………………120.000

Gian piutang……….4.000 Modal C………………………………168.000

38.000

Persediaan barang dagangan……..118.000

Gedung…………..150.000

Akm pen ged…….30.000

120.000

Tanah……………………………………...40.000

Jumlah aktiva                               320.000          Jumlah hutang dan modal          320.000

Tuan B dan C sebelum diadakan peleburan atau erubahan bentukl persekutuan menjai perseroan,menghendaki agar ada penilaian kembali terhadap beberapa jenis aktiva,yaitu:

Piutang dagang                      Rp36.000

Gedung                                  Rp130.000

Tanah                                     Rp84.000

Jurnal yang diperlukan perseroan melanjutkan buku-buku persekutuan

1.      Penyesuaian rekening dan penilaian kembali aktiva

Tanah                                                      Rp44.000

Akumulasi penyusutan gedung                   10.000

Cadangan kerugian piutang.                     2.000

Rekening penyesuaian modal                   52.000

Keterangan:

–          Nilai tanah semula (dalam buku persekutuan)                       40.000

Dinilai kembali menjadi                                                         84.000

jadi rekening tanah harus dinaikkan                                      44.000