Adam Smith (1776)

Bahwa setiap negara akan memperoleh manfaat perdagangan internasional karena melakukan pesialisasi produksi dan mengekspor barang jika negara tersebut memiliki keunggulan mutlak, serta engimpor barang jika negara tersebut memiliki ketidakunggulan mutlak.Teori absolute advantage ini idasarkan kepada

beberapa asumsi pokok antara lain:

ü  Faktor produksi yang digunakan hanya tenaga kerja saja.

ü  Kualitas barang yang diproduksi kedua negara sama.

ü   Pertukaran dilakukan secara barter atau tanpa uang.

ü  Biaya transpor ditiadakan.

teori ini memusatkan perhatianny pada variabel riil seperti misalnya nilai suatu barang diukur engan banyaknya tenaga kerja yang dipergunakan untuk menghasilkan barang. Makin banyak tenaga kerja yang digunakan akan makin tinggi nilai barang tersebut.

•          Teori absolute advantage Adam Smith yang sederhana menggunakan teori nilai tenaga kerja, dapat dijelaskan dengan contoh sebagai berikut: Misalnya hanya ada 2 negara, Amerika dan Inggris memiliki faktor produksi tenaga kerja yang homogen menghasilkan dua barang yakni gandum dan pakaian.

•          Untuk menghasilkan 1 unit gandum dan pakaian Amerika membutuhkan 8 unit tenaga kerja dan 4 unit tenaga kerja.

•          Di Inggris setiap unit gandum dan pakaian masing-masing membutuhkan tenaga kerja sebanyak 10 unit dan 2 unit.

Teori absolute advantage ini didasarkan kepada

beberapa asumsi pokok antara lain:

•          Faktor produksi yang digunakan hanya tenaga kerja saja

•          Kwalitas barang yang diproduksi kedua negara sama

•          Pertukaran dilakukan secara barter atau tanpa uang

•          Biaya transport ditiadakan

•          Masngudi (2006) menjelaskan bahwa teori keunggulan absolut dari Adam Smith mempunyai kelemahan-kelemahan sebagai berikut:

1.      Teori keunggulan absolut tidak menjelaskan dengan mekanisme apa dunia memperoleh keuntungan dan output dan bagaimana dibagikan di antara para penduduk masing-masig negara.

2.      2.  Dalam model teori keunggulan absolut tidak

3.         menjelaskan bagaimana jikalau negara yang satu

4.         sudah mengadakan spesialisasi sedangkan yang

5.         lain masih memproduksikan kedua produk.

6.      3. Bahwa labor productivity berbeda-beda.

7.      4. Bahwa Adam Smith tak terpikirkan

8.         adanya negara negara yang

9.         sama sekali tidak memiliki

10.     keunggulan absolut.