BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Teknologi informasi telah berkembang dengan sangat pesat serta  banyak mengalami suatu perubahan. Mulai dari membantu operasi organisasi menjadi lebih efisien, juga sebagai alat memenangkan persaingan dalam usaha. Perkembangan teknologi informasi juga menyebabkan perubahan peran manajer di dalam organisasi salah satunya sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan.

Perusahaan yang masih menggunakan sistem manual tidak akan efektif lagi, karena persaingan di dunia usaha semakin ketat. Perusahaan akan tetap bertahan jika selalu mengikuti perkembangan teknologi informasi untuk menciptakan inovasi baru. Hal ini menunjukkan pentingnya kebutuhan teknologi supaya mempermudah proses pengolahan data yang diperlukan perusahaan agar resiko ketidakfalitan lebih kecil. Meskipun dengan menggunakan teknologi tidak memungkiri adanya kesalahpahaman tentang kebenaran informasi yang diperoleh perusahaan. Namun, dengan teknologi yang ada akan lebih mempermudah dan mempercepat proses pengolahan data dibandingkan dengan cara manual.

Perusahaan yang sedang berkembang seperti PT. Dok Perkapalan Surabaya, PT.Harian Surya, KUD Mina Astiti Samudra (Tanjung Benoa) dan UKM Cahayu sudah menggunakan teknologi komputer maupun komunikasi untuk kelancaran berjalannya perusahaan, tetapi dalam penggunaanya belum maksimal.

B. Gambaran Umum Obyek

1.    PT.Harian Surya

PT.Harian Surya terletak di Jl.Jemur Handayani Rungkut, Surabaya, merupakan perusahaan surat kabar (Koran) yang terbit setiap hari, didirikan 10 Nopember 1989 oleh Harmoko. Secara kepemilikan pada saat berdiri memang dimiliki oleh Harmoko, namun pada tahun 2002 perusahaan ini mengalami pemindahan kepemilikan. Harian Surya diakuisi oleh Kompas Gramedia dan 100 % kepemilikannya berpindah menjadi milik Kompas Gramedia dan merupakan sebuah unit usaha dari Grup Kompas Gramedia yang ada di Jawa Timur yaitu PT.Antara Surya Jaya.

Merupakan media lokal Jawa Timur dan daerah–daerah disekitarnya, perusahaan ini mengantongi Surat izin usaha Penerbitan oleh Menteri Penerangan R.I. Tujuan utama  perusahaan memperoleh laba, selain juga memuaskan masyarakat yang haus akan informasi. Surat kabar ini banyak diminati masyakat, selain harganya yang dapat dijangkau kalangan bawah sampai atas yaitu Rp1.000, – per edisi. Berita yang disajikan juga tidak membosankan, dari masalah politik, sosial, pemerintahan, sampai gossip sekalipun disajikan dalam surat kabar ini.

Perusahaan ini memiliki omzet 1.4 Milyar per bulan dengan oplah 150 eksemplar per hari. Harian Surya memiliki 420 karyawan yang dibagi menjadi beberapa divisi. Meliputi tim reporter, sirkulasi, SDM, dan pemasaran. Pada setiap perekrutan karyawannya menggunakan sistem seleksi, diharapkan dengan sistem penyeleksian seperti itu dapat ditemukan calon karyawan yang memang berkualitas.

2.    PT. Dok Perkapalan Surabaya

Sejarah DPS dimulai pada 22 September 1910 ketika pemerintah kolonial Belanda didirikan NV Drogdok Maatschappij. Hal itu awalnya ditujukan untuk layanan kapal Belanda di Indonesia. Antara 1942 dan 1945, perusahaan ini dikelola oleh Pemerintah Jepang dengan nama Harima Zosen.

Setelah nasionalisasi perusahaan pada tanggal 1 Januari 1961, NV Maatschappij Droogdok Soerabaja menjadi sebuah perusahaan milik negara bernama PN Dok dan Perkapalan Surabaya. Berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi Laut pada tahun 1963, galangan Sumber Bhaita diintegrasikan ke dalam perusahaan. Kemudian, sejak 8 Januari 1976 perusahaan telah diasumsikan status hukum baru sebagai PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), di singkat DPS. Sejak 1961 saja dari database yang tersedia DPS telah memperbaiki dan membangun lebih dari 600 berbagai jenis kapal, dipesan oleh pelanggan lokal dan asing.

DPS mempunyai Visi dan Misi sebagai berikut

Visi :   Untuk menjadi galangan kapal terkemuka di pasar internasional menengah.

Misi :

1.    Untuk memiliki reputasi sebagai perusahaan yang andal memenuhi kebutuhan pelanggan kami dan pada saat yang sama untuk menjalin kemitraan jangka panjang

2.    Untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dengan meningkatkan kemampuan kami keuntungan pembuatan

3.    Untuk memberikan nilai tambah optimal bagi pemegang saham dan kepuasan bagi karyawan kami dan pelanggan

Harus dipersiapkan untuk dunia yang berubah, terus meningkatkan tenaga kerja kami melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan teknis serta pengetahuan manajemen. Selain itu, penelitian kami & pengembangan diarahkan meningkatkan produktivitas dan teknik manajemen operasional. Memiliki lebih dari 600 karyawan yang berpengalaman, sejarah panjang pelayanan dan ISO 9001 standar kepatuhan, DPS siap untuk kerjasama masa depan cerah dan produktif dengan pelanggan.

Dengan susunan Organisasi Sbb:

Dewan Komisaris

1.    Ketua: Imron Asjhar

2.    Anggota: Susanto Panggah

3.    Anggota: Darmawan

4.    Anggota: Abdul Hadi

Dewan Direksi

1.    Managing Director: Arifin Firmansyah M.

2.    Direktur Produksi: I Wayan Yoga Djunaedy

3.    Pemasaran & Pengembangan Bisnis Direktur: Yahya Muhammad

4.    Direktur Administrasi & Keuangan: Nana Suryana Tahir

Sebagai produsen barang modal dan penyedia perawatan untuk industri, DPS difokuskan sepanjang baris berikut:

Bangunan Kapal

Spesialisasi dalam kapal komersial sampai dengan 8.000 DWT (terutama kapal tanker, kapal kontainer dan bulk carrier. Tongkang, dll) dan kapal khusus sampai dengan 1.500 BRT (termasuk kapal tunda, kapal-kapal nelayan, feri dan lain-lain)

Perbaikan Kapal

Termasuk perbaikan kering-dermaga, perbaikan mengambang, dan menjalankan perbaikan kapal berbagai jenis hingga 10.000 DWT, seperti: kapal penumpang, kapal tanker, kapal kargo, kapal tunda, kapal supply,-kapal feri, kapal angkatan laut, dan lain-lain.
Kapal Konversi

Kapal konversi telah menjadi bisnis inti kami sejak tahun 1994. Sebagai contoh baru-baru ini, perusahaan telah berhasil mengubah lima kapal kargo (lebih dari 7.500 DWT masing-masing) untuk kapal semen curah terbaru lengkap dengan teknologi bongkar muat.

Offshore Konstruksi dan Fabrikasi Struktur Baja

Termasuk tempat tinggal, platform dan heliports, komponen kapal, fabrikasi crane / perakitan, pipa dan baja karya yang berkaitan dengan kompetensi inti
Desain dan Teknik

Pusat desain tidak hanya menyediakan desain dan menggambar untuk produksi kita sendiri, tetapi juga menerima pesanan dari galangan kapal lain atau perusahaan untuk desain kapal dan proyek rekayasa umum. Fasilitas desain didukung oleh paling banyak digunakan / sistem perangkat lunak CAD CAM di galangan kapal, seperti Tribon, yang memungkinkan kita untuk mengintegrasikan konstruksi lambung bersamaan dengan perlengkapan, mengarah ke pelaksanaan konstruksi lambung terintegrasi, perlengkapan dan lukisan (IHOP)
Quality Control & Assurance

Sebagaimana dinyatakan dalam DPS Kebijakan Mutu, komitmen untuk kepuasan pelanggan dan kualitas dimulai dengan memenuhi Standar Internasional ISO 9001 pada semua produk. Kami telah menerapkan sistem akurasi kontrol untuk menjaga keakuratan dimensi dan meminimalkan rework. Sebagai bagian dari / kami QA program QC, kami mempertahankan inspektur yang berpengalaman dan sangat terlatih untuk menjaga proses produksi yang bergerak dengan lancar, sesuai jadwal, dan sesuai dengan kedua MASYARAKAT Klasifikasi aturan dan kami pelanggan persyaratan.
Penelitian & Pengembangan

Untuk memperkuat keunggulan kompetitif kami baik dalam pasar regional dan global, kami bekerja sama dengan lembaga penelitian dan konsultasi, seperti Kapal Nasional Desain dan Engineering Center (NaSDEC), di Laboratorium Hidrodinamika Indonesia (LHI-BPPT), serta dengan para pakar asing dalam mengembangkan teknologi baru dan inovasi dalam desain dan produksi.

3.    KUD Mina Astiti Samudra (Tanjung Benoa)

Koperasi temyata tidak hanya bisa mengelola uang untuk diputar pada usaha simpan pinjam atau bisnis pertanian, tapi juga sektor pariwisata yang selalu melibatkan hotel berbintang.

Tanjung Benoa salah satu tempat favorit di Bali yang berada di ujung tenggara Pulau Bali, dapat ditempuh dalam waktu 35 menit dari Kuta, 40 menit dari Sanur dan 20 menit dari Bandara Ngurah Rai, menjadi tempat yang sangat cocok untuk kegiatan water-sport, seperti melihat taman laut, glass bottom boat, banana boat, parasailing, flying fish, dolphin, jet sky, dan ke Pulau Penyu melihat budidaya penyu.  Kegiatan tersebut biasanya dimulai pukul 8.00 pagi sampai dengan pukul 12.00. Lokasi Tanjung Benoa yang strategis menggugah ide kreatif I Wayan Rentan untuk mengembangkan wisata bahari dan watersport tersebut. Menurut I Wayan Rentan ide tersebut diperoleh setelah melakukan studi banding ke Pataya, Thailand. Wisata bahari dan watersport tersebut akan dikelola oleh suatu koperasi.

Koperasi tersebut berdiri tahun 1985 yang diberi nama KUD Mina Astiti Samudra unit Lingga Sampurna dandiketuaioleh Bapak I Wayan Rentan. KUD Mina Astiti Samudra ini beralamat di Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali itu. Sebenarnya, KUD ini berawal dari kumpulan nelayan di Kelurahan Tanjung Benoa yang membentuk Koperasi Perikanan Laut (KPL) Astitining Samudra atau disingkat KPL Astining Samudra.Sesuai dengan perkembangan jaman KPL ini telah mengalami perubahan Anggaran Dasar sebanyak tiga kali dan berubah namanya menjadi KUD Mina Astiti Samudra dengan Nomor Badan Hukum 115/BH/PAD/KWK.22/III/1996. KUD ini memiliki struktur organisasi sebagai berikut :

Ketua             : I Wayan Ranten

Wakil Ketua  : I Made Mudik

Sekretaris I    : I Ketut Dumun

Sekretaris II   : I Wayan Wija

Bendahara I  : I Made Kawit

Wilayah kerja KUD meliputi Kelurahan Tanjung Benoa dan Kelurahan Benoa. Wilayah tersebut lebih dikenal dengan sebutan kawasan wisata Nusa Dua dan menjadi kawasan pariwisata internasional yang ditandai dengan dibangunnya hotel-hotel berbintang seperti Bali Sol Hotel, Buale Hotel, Club Mediterance, Nusa Dua Hotel, Putri Bali Hotel, dan Hilton Hotel.Namun, keberadaan hotel-hotel tersebut tidak menjadi masalah bagi KUD justru dijadikan peluang kerja sama usaha atau kemitraan, sehingga tamu hotel yang datang jika ingin rekreasi laut harus melalui KUD.

Para nelayan yang biasa melaut dan mengambil coral (batu karang) sehingga bisa merusak lingkungan, diajaknya bergabung dalam koperasi untuk bersama-sama mengelola kawasan wisata tersebut.Mereka diberikan pengarahan bahwa dengan bergabung bersama koperasi, usaha wisata bahari dapat dikelola bersama-sama dan hasilnya bisa dinikmati anggota sehingga pendapatan meningkat. Selain itu langkah itu juga bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan menghentikan perusakan lingkungan.

Upaya I Wayan Rentan membuahkan hasil. Pendapatan para nelayan pun meningkat tajam. Jika sebelum menjadi anggota koperasi sulit mendapatkan Rp 1.000.000 per bulan, saat ini pendapatan nelayan anggota koperasi bisa mencapai Rp 5.000.000  per bulan. Bahkan anak-anak nelayan sudah banyak menjadi sarjana, lima dokter spesialis dan satu di antaranya melayani pasien pariwisata setempat.

Selain itu, adanya kerja sama yang baik serta pembinaan yang kontinu dan berkala dari Kantor Dinas Koperasi dan UKM serta instansi terkait lainnya, KUD Mina Astiti Samudra ini telah berani me-nyejajarkan diri dengan KUD-KUD lainnya di Provinsi Bali. Kondisi itu terbukti telah dikeluarkannya sertifikat Mandiri pada 4 Mei 2009.Upaya lain yang dilakukan koperasi untuk eksistensi wisata bahari melalui digelarnya Pekan Daerah, dengan mengajukan ke pemda agar laut bisa diblok dan dikelola masyarakat.Tak hanya sampai disitu, dari sisi internal KUD menerapkan kebijakan akuntansi dengan menggunakan pedoman akuntansi koperasi yang dikeluarkan Dirjen Bina Lembaga Koperasi (BLK), Departemen Koperasi dan Sistem Pengendalian Intern, di antaranya struktur organisasi dan job description yang jelas, aturan tugas yang harus dipatuhi manajemen dan tingkat keahlian karyawan yang sesuai dengan bidang tugasnya.

Dengan upaya tersebut, omzet yang bisa diraih KUD Mina Astiti Samudra setiap tahun mencapai Rp 2.500.000.000. Pencapaian itu membuat Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Pariwisata Jero Wacik mengunjungi KUD itu.Bahkan Ketua KUD I Wayan Rentan diundang untuk mendapat penghargaan pada 17 Agustus mendatang.Model pengelolaan kawasan wisata bahari oleh KUD Mina Astiti Samudra dapat dikembangkan di daerah lain selain Bali. Indonesia dengan kekayaan alam yang indah dan potensi sumber daya lainnya kalau sungguh-sungguh dikembangkan akan menjadi tujuan wisata yang menarik, baik bagi turis domestik, maupun mancanegara.

4.    UKM Cahayu

Cahayu adalah pusat / central oleh-oleh makanan khas Bali yang berada di Jl. Raya Batu Bulan, Br, Tegehe, Batubulan, Gianyar Bali. Telp. 0361-298951 Fax. 0361-298951 Website. www.cahayu.com Email. Info@cahayu.com. Didirikan oleh seorang anak desa terpencil dari Magelang. Pada awal tahun 90-an beliaumeninggalkan kampung halamannya dan mencoba mengadu nasib di Pulau Bali. Awalnya pada siang hari beliau bekerja sebagai seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT) dan pada malam hari bekerja di sebuah rumah sakit menjadi penjaga (Waker).

Beliau juga banyak mencoba berbagai pekerjaan dan usaha dari jualan Sayur mayur, Mie ayam dan Bakso lalu Jamu dan lain-lain, menggunakan gerobak hingga pada akhirnya memutuskan untuk menjual kacang goreng (yang pada saat ini lebih sering dikenal dengan sebutan Kacang Asin Bali).

Dengan keuletan yang dimiliki, beliau (Robani) dapatmendirikan sebuah UKM dan Central Oleh-oleh yang cukup megah di lintasan pariwisata (di daerah Pasar Seni Sukawati).UKM tersebut diberinama Cahayuyangberdiri pada tanggal 27 September 2002, yang beralamat di Jl. Raya Batubulan, Br Tegehe, Batubulan, Gianyar – Bali.

UKMdan Central Oleh-oleh Khas Bali ini didirikan untuk melayani wisatawan Nusantara maupun mancanegara yang berkunjung ke bali. Dengan keberhasilan inilah Robanimembawa dampak positif, karena ia telah menopang kehidupan ekonomi para pengrajin kecil yang hasilnya tidak bisa dipasarkan. Cahayu membantu memasarkan produk dari pengrajin kecil sehingga mereka dapat hidup dengan layak, disamping itu beliau sekaligus membantu pemerintah untuk ikut serta mengurangi pengangguran dan mengembangkan industri pariwisata, serta menambah Income daerah maupun Negara.

A.

Cahayu adalah Pusat Oleh-oleh Khas Bali yang pertama dan terpercaya, dan hingga saat ini masih menjadi yang terdepan, dengan harga murah (grosir).Cahayu menyediakan berbagai makanan khas bali dengan berbagai rasa serta accessories khas bali dengan berbagai macam pilihan yang dijamin kualitas produknya.Untuk Accessories juga terdapat berbagai macam pilihan dan motif yang tidak bisa anda dapatkan ditempat lain, contoh : gelang, cincin, topi, baju kaos, baju batik, celana hingga pernik-pernik dengan motif yang unik dan berkualitas

B.

C. Permasahan Objek

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan dalam perusahaan PT.Harian Surya, PT.Dok Perkapalan Surabaya, KUD Mina Astiti Samudra (Tanjung Benoa), dan UKM Cahayu, timbul permasalahan yang harus dihadapi:

  1. Apakah teknologi yang digunakan dalam perusahaan?
  2. Bagaimana pengaruh teknologi informasi bagi kesuksesan perusahaan?

D. Tujuan Observasi

Manfaat yang dapat diperoleh dari Kunjungan Industri adalah menambah pengetahuan dalam penerapan teknologi informasi dalam suatu perusahaan yang sebenarnya terjadi di lapangan, dan mengetahui perkembangan teknologi informasi yang digunakan dalam suatu perusahaan.

BAB II

TELAAH LITERATUR

A. Pengertian Teknologi Informasi

Teknologi adalah sistem atau alat yang digunakan untuk pengolahan data agar dapat tercapai tujuan tertentu, sedangkan informasi sendiri adalah data hasil pengolahan sistem informasi yang bermanfaat bagi penggunanya jadi Teknologi informasi adalah sarana yang digunakan dalam pengolahan laporan dengan mendayagunakan keahlian (braiware), penggerak lunak (software), perangkat keras (hardware) yang dioperasikan dengan prosedur tertentu. (Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas). Sedangkan menurut Kadir, 2005 Teknologi Informasi adalah teknologi yang tidak hanya pada teknologi computer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.

B. Penerapan Teknologi Informasi

Teknologi yang digunakan adalah teknologi komputer, komunikasi, dan teknologi apapun yang dapat memberikan nilai tambah untuk organisasi. Teknologi informasi dapat diterapkan di internal atau eksternal organisasi. Internal organisasi dapat diterapkan di fungsi-fungsi organisasi dan ditingkatan-tingkatan manajemen. Dalam organisasi bisnis fungsi organisasi misalnya: fungsi akuntansi, pemasaran, sumber daya manusia, produksi dan keuangan.

Teknologi informasi juga diterapkan ditingkatan manajemen bawah, menengah dan atas. Teknologi informasi yang diletakkan ditingkat manajer bawah disebut Transaction Processing System (TPS) dan Proces Control System (PCS). Untuk manajer menengah dan atas misalnya: sistem penunjang keputusan, sistem pakar, sistem ekonomi geografis, jaringan neural buatan, sistem informasi ekskutif dan sebagainya.

Teknologi informasi yang diterapkan secara eksternal merupakan sistem teknologi informasi internal yang ditarik keluar organisasi menggunakan teknologi telekomunikasi. Tujuannya untuk menjangkau pihak eksternal perusahaan dengan lebih efektif. Teknologi informasi yang dihubungkan dengan organisasi lainnya diluar perusahaan dimaksudkan untuk pertukaran dokumen secara elektronik, menarik sistem teknologi informasi keluar sehinnga menjangkau langsung secara efektif pemasok dan pelanggan perusahaan. Dimaksudkan supaya perusahaan dapat memenangkan persaingan. Teknologi informasi merupakan alat yang memungkinkan menciptakan keunggulan kompetisi. Banyak teknologi informasi secara teknis bagus, tetapi gagal dalam penerapannya, karena adanya politik informasi. Contoh: keengganan berubah menggunakan sistem teknologi informasi yang baru karena sistem ini menurunkan kekuasaan atau kesempatan seseorang yang menyebabkan orang bersangkutan menolak teknologi informasi.

C. Perkembangan Teknologi Informasi

Dimulai pada tahun 1964 yaitu MT/ST (Magnetic Type/Selectrik Type) writer, yaitu mesin ketik elektronik yang dapat merekam kepita magnetic dan merupakan awal dari aplikasi pengolahan kata yang sederhana jika dibandingkan dengan aplikasi pengolahan kata sekarang.

Perkembangan selanjutnya tidak terlepas dari perkembangan sistem komputer. Pada era komputer pertama, aplikasi yang banyak dilakukan adalah aplikasi teknik  yang dimaksudkan sebagai alat untuk menghitung. Komputer mulai digunakan untuk aplikasi bisnis yang merupakan tonggak awal sistem teknologi informasi. Aplikasi bisnis ini masih merupakan aplikasi untuk sistem pengolahan transaksi. Digunakan untuk merekam data aplikasi bisnis ke dalam basis data yang selanjutnya dapat dihasilkan laporan-laporan operasi bisnis, berupa informasi pencatatan nilai untuk manajemen level bawah.

Informasi untuk manajer menengah lebih bersifat informasi pengarahan perhatian yang sangat berguna untuk manajer menengah mengarahkan perhatiannya pada sesuatu yang menyimpang. Informasi untuk manajer atas lebih bersifat informasi pemecahan masalah.

Awal tahun 1970-an, teknologi juga mulai digunakan diproses produksi. Teknologi ini adalah teknologi komputer dan robot untuk mengendalikan proses produksi supaya efisien dan efektif. Efisien karena menggantikan tenaga manusia dengan teknologi dan efektif karena lebih tepat dan dapat diandalkan daripada manusia.

Tahun 1980-an sistem penunjang keputusan banyak diterapkan untuk manajemen tingkat menengah dan merupakan sistem interaktif untuk mendukung keputusan setengah tersetruktur. Aplikasi lain adalah kelompok sistem pakar yang mengandalkan basis pengetahuan. Pada Tahun itu juga diwarnai dengan perkembangan sistem otomatisasi kantor, yang memberikan fasilitas pengolahan kata, dokumen, penjadwalan, komunikasi dan kolaborasi antar manajer di dalam organisasi melalui jaringan internet.  Dan menyediakan fasilitas komunikasi lewat email maupun chart.

Awal tahun 1990-an dimulai sistem informasi ekskutif yang diperlukan oleh ekskutif puncak karena persaingan bisnis yang lebih tajam dan menuntut ekskutif didukung oleh sistem teknologi infomasi yang interaktif, mudah digunakan dan mempunyai fasilitas Drill Down (dapat menggali ke data sedetil mungkin). Dengan adanya persaingan bisnis, efisiensi dan efektifitas saja tidak cukup. Perusahaan harus dapat memenangkan persaingan lewat keunggulan kompetisi dengan sistem informasi strateji. Sistem ini didefinisikan sebagai sistem teknologi informasi apapun dan ditingkat manapun di dalam organisasi yang dapat memberikan keuntungan stratejik.

Pertengahan 1990-an mulai digunakan geographic Information system (disk) yang merupakan sistem teknologi informasi yang menggunakan tampilan peta geografis. Perkembangan terakhir dari teknologi informasi adalah dengan dikembangkannya jaringan syaraf (neural) buatan atau artificial neural network (ANN), merupakan sistem tejknologi informasi yang mencoba meniru kerja dari jaringan syaraf otak. ANN mempunyai kelebihan proses belajar seperti halnya otak, sehingga proses yang sama selanjutnya akan dilakukan dengan lebih baik.

D. Peran Organisasi Sistem Teknologi Informasi

Perkembangan peran organisasi sistem teknologi informasi dapat dikelompokkan ke dalam 5 era, yaitu:

1.    Era akuntansi

Dimulai awal 1950-1960an, disebut dengan era akuntansi karena fokus dari aplikasinya. Seperti aplikasi penggajian, piutang dagang, kas, dan lainnya. Metode pemasukan datanya masih menggunakan sistem Batch, yaitu input dikumpulkan untuk satu periode tertentu terlebih dahulu baru kemudian bersama-sama dimasukkan ke sistem teknologi informasi. Staff sistem teknologi informasi lebih banyak mengimplementasikan dan mengoperasikan aplikasi akuntansi.

2.    Era operasional

Dimulai pertengahan 1960-1970-an, disebut era operasional karena aplikasi sistem teknologi ini tidak hanya untuk akuntansi, tetapi untuk aplikasi operasi yang lainnya seperti untuk pengendalian persediaan dan penjadwalan produksi. Metode pemasukan datanya sudah mengarah ke sistem On-line. Peranan staff sistem teknologi informasi masih sama, yaitu lebih banyak mengimplementasikan dan mengoperasikan aplikasi akuntansi dan operasionalnya.

3.    Era informasi

Dimulai dari akhir tahun 1970-1980-an, disebut dengan era informasi karena aplikasi sistem teknologi informasi tidak hanya untuk akuntansi dan operasional saja, tetapi sudah digunakan sebagai informasi pengambilan keputusan oleh manajemen. Metode pemasukan datanya secara sistem On-line. Peranan staff sistem teknologi informasi sudah berkembang, yaitu selain mengembangkan, mengimplementasikan dan mengoperasikan aplikasi-aplikasi sistem teknologi informasi, juga mendukung dan membantu pengembangan sistem oleh pemakai sistem.

4.    Era jejaring

Dimulai dari pertengahan 1980-an disebut dengan era jejaring karena perusahaan sudah dihubungkan dengan jaringan sistem teknologi informasi untuk keperluan keuntungan stratejik.

5.    Era jejaring global

Dimulai dari pertengahan tahun 1990-an, disebut era jejaring global karena perusahaan sudah dihubungkan dengan jaringan sistem teknologi informasi secara global dengan teknologi telekomunikasi melalui internet.

E. Peranan Manusia dalam Teknologi Informasi

Manusia merupakan salah satu komponen Teknologi Informasi yang sangat penting. Perkembangan teknologi informasi tergantung pada kemampuan manusia yang terlibat secara langsung ataupun tidak langsung, misalnya sebagai pengambil keputusan. Sehingga pengguna harus memiliki kualitas dan kemampuan yang kompeten dibidangnya. Produk teknologi informasi hanya suatu media (alat) yang penggunaannya tergantung pada pemakainya.

BAB III

PEMBAHASAN

A. PT.Harian Surya

Harian Surya menggunakan sistem komputer dalam pengolahan data keuangan dan penyimpanan data-data yang akan diolah menjadi sebuah berita. Dengan adanya sistem komputerisasi, sangat membantu keefektifan dan keefisiensian kinerja perusahaan. Komunikasi antar karyawan atau divisi sangat penting bagi sebuah perusahaan, agar berjalan dengan lancar dibutuhkan suatu alat yang menunjang untuk komunikasi tersebut, alat yang  digunakan seperti: telepon, email, website, chart dan lain-lain. Tanpa adanya komunikasi informasi tidak dapat tersampaikan dengan baik, dan akan terjadi banyak kesalahpahaman nantinya. Perusahaan sedang mendayagunakan teknologi informasi baru yaitu Layout Online dimana wartawan dapat langsung menuliskan hasil penelusuran beritanya. Dengan teknologi informasi tersebut sangat mempermudah dan mempercepat proses produksi, karena hanya memerlukan proses editing penulisan saja. Sehingga dapat meningkatkan hasil produksi dan meningkatkan penjualan, otomatis meningkatkan keuntungan perusahaan.

B. PT.Dok Perkapalan Surabaya

Sebagian besar teknologi yang digunakan dalam proses produksi menggunakan tenaga mesin. Semua mesin yang dimiliki dirancang untuk mempermudah dan mempercepat proses produksi, tetapi tetap mengandalkan tenaga manusia dalam pengoperasiaannya karena semua alat yang digunakan mesin sehingga proses produksi dapat berjalan dengan semestinya.

Proses pengolahan data keuangan perusahaan sudah menggunakan sistem komputer yang modern. Sehingga hasil yang didapat lebih akurat serta memperkecil resiko kesalahan. Teknologi komunikasi juga digunakan untuk menghubungi kantor cabang dan kantor pemasaran produk, sehingga kerjasama yang baik akan terjalin dan mendatangkan keuntungan lebih bagi perusahaan. Untuk proses pemasaran produk, dipasarkan melalui media cetak dan elektronik. Seperti: surat kabar, majalah,  internet dan lain-lain.

C. KUD Mina Astiti Samudra (Tanjung Benoa)

Teknologi informasi yang digunakan dalam KUD ini dapat dikatakan cukup baik, proses pengolahan data keuangan sendiri sudah menggunakan sistem computer tetapi masih mengandalkan penyimpanan data dalam bentuk hardfile karena untuk mengantisipasi apabila di simpan dalam bentuk softfile akan hilang terkena virus. Tenaga manusia digunakan untuk menciptakan ide-ide kreatif dan inovatif untuk menciptakan permainan air yang baru dan untuk melayani para pengunjung yang berkunjung ke Tanjung Benoa.  Untuk proses pemasaran produk, dipasarkan melalui media cetak dan elektronik. Seperti: surat kabar, majalah,  internet dan lain-lain.

D. UKM Cahayu

Cahayu menggunakan sistem komputer untuk proses pengolahan data keuangan agar pencatatan keuangan dapat terstruktur dan mempermudah pemantauan keaadaan keuangan. Proses produksi menggunakan tenaga manusia. Produk utama yang dihasilkan adalah kacang asin Bali, disamping itu masih banyak produk lain. Pemasaran produk yang dihasilkan sudah menggunakan teknologi komunikasi yang berkembang saat ini, yaitu melalui media elektronik maupun media cetak. Teknologi komunikasi tidak hanya digunakan untuk proses pemasaran saja, tetapi juga menyangkut hubungan ketenagakerjaan dengan para karyawan dan distributor produk yang tidak dihasilkan UKM ini, dalam artian Cahayu hanya bertugas mengemas barang produksi distributor agar harga barang tersebut dapat lebih mahal dipasaran. Dibawah ini dapat dilihat cara pembuatan kacang asin Bali yang memang benar-nenar asli produksi Cahayu.

Proses pembuatan kacang asin, yaitu:

1.    Penyortiran

Penyortiran kacang tanah yang telah dikupas. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan kacang dengan kualitas yang bagus karena berpengaruh pada hasil akhirnya.

2.    Perendaman

Proses perendaman kacang dilakukan selama 1-2 jam, kemudian ditiriskan.

3.    Pengadonan

Proses dicampurnya bawang putih serta garam dengan perbandingan 100kg kacang : 3kg bawang : 3kg garam.

4.    Pembubuan

Kacang yang telah dibumbui, kemudian diaduk-aduk dan didiamkan selama 12 jam dalam tempat yang sudah disiapkan.

5.    Penjemuran

Setelah bumbu meresap, kacang kemudian dijemur 5-6 jam atau setengah kering.

6.    Penggorengan

Kacang tidak digoreng dengan minyak melainkan disangrai dengan menggunakan pasir laut yang telah dibersihkan.

7.    Penyeleksian

Setelah digoreng kacang didiamkan sebentar, kemudian diseleksi untuk memilih kacang yang benar-benar berkualitas.

8.    Pembungkusan

Proses terakhir dari pembuatan kacang super asin adalah pengepakan kacang yang telah selesai, kemudian dikemas sesuai dengan berat atau ukuran yang telah disiapkan.

BAB IV

SIMPULAN DAN SARAN

A.           Simpulan

Suatu perusahaan sangat membutuhkan adanya teknologi informasi. Karena seiring berjalannya waktu perkembangan teknologi informasi semakin maju. Sehingga perusahaan harus dapat menerapkan dan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dengan baik. Pada PT.Harian Surya, PT.Dok Perkapalan Surabaya, KUD Mina Astiti Samudra (Tanjung Benoa), dan UKM Cahayu, menerapkan sistem teknologi informasi yang sedang berkembang saat ini.

B.           Saran

Teknologi informasi akan terus berkembang, perusahaan seperti PT.Harian Surya, PT.Dok Perkapalan Surabaya, KUD Mina Astiti Samudra (Tanjung Benoa), dan UKM Cahayu harus pintar-pintar memanfaatkan kondisi tersebut untuk mempertahankan kesuksesannya agar tidak mudah digantikan oleh pesaing lama maupun pesaing baru. Karena perusahaan yang selalu mengikuti perkembangan jaman biasanya lebih memiliki kemampuan lebih untuk membuat trobosan-trobosan baru untuk meningkatkan mutu perusahaannya.

DAFTAR PUSTAKA

Cahayu. http:// www.cahayu.com. Akses tanggal 2 November 2009.

David, Gordon. 1988. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen.

PT. Gramedia. Jakarta.

Harian Surya. http:// www.hariansurya.com. Akses tanggal 2 November

2009.

Kadir, Abdul. 2005. Pengenalan Teknologi Informasi. CV.Andi Offset.

Yogyakarta.

Mcleod, Raymond. 2001. Sistem Informasi Manajemen. PT.Prenhallindo.

Jakarta.

Moekijat. 1986. Pengantar Sistem Informasi Manajemen. Remadja Karya

CV. Bandung.

Simarmata, Jenner. 2006. Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi.

CV.Andi Offset. Yogyakarta

Winarno, Wahyu Wing. 2004. Sistem Informasi Manajemen. UPP ( Unit

Penerbit dan Percatakan ) AMP YKPN. Yogyakarta.

About these ads