BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Perusahaan sebagai salah satu pelaku ekonomi tentunya mempunyai peranan yang sangat penting terhadap kelangsungan hidup perekonomian dan masyarakat luas. Dalam menghadapi era globalisasi sekarang ini, dimana kemajuan dibidang informasi dan teknologi serta adanya keterbukaan pasar menjadikan perusahaan-perusahaan yang ada harus memperhatikan secara serius dan terbuka mengenai dampak-dampak atau tingkah laku perusahaan itu sendiri terhadap lingkungan dan sosialnya (stakeholder).

Harus diakui, bahwa sektor industri atau perusahaan-perusahaan yang berskala besar telah mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Walaupun demikian, disisi lain eksploitasi-eksploitasi terhadap sumber daya alam yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pun semakin marak bahkan menyebabkan terjadinya degradasi lingkungan yang cukup parah.

. Sejak tahun 80-an, di Indonesia sendiri telah dibahas mengenai pertanggung jawaban sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) dan akuntansi sosial (Accounting Social). Secara khusus Bambang Sudibyo (1988) menyimpulkan bahwa terdapat dua hal yang menjadi kendala sulitnya penerapan akuntansi sosial di Indonesia yaitu  Lemahnya tekanan social yang menghendaki pertanggung jawaban sosial perusahaan dan Rendahnya kesadaran perusahaan di Indonesia tentang pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan.

. Tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) adalah kewajiban organisasi yang tidak hanya menyediakan jasa yang baik bagi masyarakat tetapi juga mempertahankan kualitas lingkungan sosial maupun fisik serta memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan komunitas dimana mereka berada (Mirza dan Imbuh: 1997). Secara teoritik, tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) dapat didefinisikan sebagai tanggung jawab moral suatu perusahaan kepada para stakeholder-nya, terutama komunitas atau masyarakat disekitar wilayah kerja dan operasinya. Suatu perusahaan dapat dikatakan bertanggung jawab secara sosial, ketika manajemennya memiliki visi atas kinerja operasional yang tidak hanya sekedar merealisasikan profit semata, namun juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau lingkungan sosialnya.

Akuntansi pertanggungjawaban sosial merupakan perluasan pertanggungjawaban organisasi (perusahaan) diluar batas-batas akuntansi keuangan tradisional (konvensional), yaitu menyediakan laporan keuangan yang tidak hanya diperuntukkan kepada pemilik modal khususnya pemegang saham saja. Perluasan ini didasarkan pada anggapan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab yang lebih luas dan tidak sekedar mencari uang untuk para pemegang saham saja, namun juga bertanggung jawab kepada seluruh stakeholders.

Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia pun telah mengakomodasi tentang akuntansi pertanggungjawaban sosial, yaitu dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 paragraph ke-9 : ”Perusahaan dapat pula menyajikan laporan tambahan seperti laporan mengenai lingkungan hidup dan laporan nilai tambah (value added statement), khususnya bagi industri dimana faktor-faktor lingkungan hidup memegang peranan penting bagi industri yang menganggap pegawai sebagai kelompok pengguna laporan yang memegang peranan penting”. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik melakukan penelitian

dengan judul “Analisis Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Akuntansi Sosial (Corporate Social Responsibility and Social Accounting). Pada Perusahaan PT Dok Perkapalan Surabaya, Penerbit Harian Surya, UKM Cahayu, Dan Kud Mina Astiti Samudra”.

1.2 GAMBARAN UMUM OBJEK

1.2.1 PT DOK PERKAPALAN SURABAYA

a. Sejarah Perusahaan

DPS dimulai pada September 22, 1910 ketika pemerintah kolonial Belanda didirikan NV Drogdok Maatschappij. Hal itu awalnya ditujukan untuk layanan kapal Belanda di Indonesia. Antara 1942 dan 1945, perusahaan ini dikelola oleh Pemerintah Jepang dengan nama Harima Zosen.

Setelah nasionalisasi perusahaan pada tanggal 1 Januari 1961, NV Maatschappij Droogdok Soerabaja menjadi sebuah perusahaan milik negara bernama PN Dok dan Perkapalan Surabaya. Berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi Laut pada tahun 1963, galangan Sumber Bhaita diintegrasikan ke dalam perusahaan. Kemudian, sejak 8 Januari 1976 perusahaan telah diasumsikan status hukum baru sebagai PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), di singkat DPS. Sejak 1961 saja dari database yang tersedia DPS telah memperbaiki dan membangun lebih dari 600 berbagai jenis kapal, dipesan oleh pelanggan lokal dan asing.

Deskripsi Bisnis :

  • Reparasi kapal (ship repair)
  • Pembuatan kapal baru (ship building)
  • Konversi kapal (ship conversion)
    • Bangunan lepas pantai dan fabrikasi struktur baja (Offshore Construction & Steel Structure Fabrication)
  • Desain dan rekayasa teknis (Design & Engineering)

Komposisi Kepemilikan Saham  : 100 % Pemerintah RI

b. Struktur Organisasi Perusahaan

Komisaris :

Komisaris Utama                                         : Asjhar Imron
Komisaris                                                      : Darmawan
Komisaris                                                      : Panggah Susanto
Komisaris                                                      : Abdul Hadi

Direktur :

ü  Direktur Utama                                       : M. Firmansyah Arifin

ü  Direktur Produksi                                   : I Wajan Yoga Djunaedi

ü  Direktur Pemasaran &

Pengembangan Usaha                                    : Muhammad Yahya

ü  Direktur Administrasi & Keuangan    : Nana Suryana Tahir

Senior Manager :

Sekretaris Perusahaan                               : Eriansjah
SM SDM                                                        : Michael A. Rotte
SM Keuangan                                              : Penta Parawati
SM Produksi                                                 : Dwi Satriawan W.
SM Rendal                                                    : Ahril Abdullah
SM Pimpro                                                    : Slamet Riyadi
SM Utilitas                                                     : Endy Muswarianto
SM Pemasaran                                            : Rudi Prihanto
SM Engineering                                           : Joedy Punggih H.
Kepala SPI                                                    : Bambang Krisdewanto

Kantor Pusat :

Jl. Perak Barat No. 433-435 Surabaya Jatim
Phone                                    : (031) 3291286
Fax                             : (031) 3291659, 3291172
Website                      : http://www.dok-sby.co.id
Email                          : wecare@dok-sby.co.id
Kantor Cabang :
Jl. Tebet Timur II No.25 Jakarta
Phone / Fax              :(021) 8296417

Tipe Perusahaan     : Perseroan Terbatas

Bisnis Perusahaan  : Jasa reparasi kapal dan bangunan baru kapal

c. Visi dan Misi Perusahaan

Visi: :
Menjadi perusahaan galangan kapal yang unggul di segmen pasar kelas menengah dan siap bersaing di pasar global

Misi :

  • Diakui dan dikenal luas sebagai perusahaan yang handal dalam memenuhi harapan pelanggan
  • Meningkatkan kemampuan untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkesinambungan
  • Memberikan nilai tambah yang optimal kepada pemegang saham, karyawan,pelanggan dan mitra usaha

1.2.2 PT. Antar Surya Jaya

a.    Sejarah Singkat Perusahaan

Harian Surya adalah usaha penerbitan dan jasa percetakan,yang beralamat Jl Rungkut Industri III no. 68 &  70 Surabaya, lahir tanggal 10 November 1989. Pada awalnya terbit mingguan. Pendirinya adalah Bapak Harmoko dengan background berwarna kuning yang mencerminkan partai yang berkuasa pada waktu itu. Tapi pada tahun 2001, Bapak Harmoko melepas haknya dan kemudian menjadi milik PT. Gramedia. Harian Surya adalah berbentuk PT yang diatur oleh Depnaker, pengelolaan finansial diawasi secara langsung oleh Kantor Pusat secara online sehingga karyawan hanya meng-input.

Di Surabaya terdapat dua media besar yaitu Jawa Pos dan Surya. Sedangkan untuk isi dari harian surya 80% berita regional/daerah dan 20% berita nasional & Internasional yang mempunyai jumlah 24 halaman dan 125.000 eks.

Segmen pasar hariyan surya mempunyai segmen pasar untuk kalangan dewasa usia 20-60 tahun dan 68% pria,40% wanita. Hariyan surya mempunyai dua profil pelnggan yang terdiri dari pelanggan tetap 56% dan pelanggan eceran 44%.

Haryan surya memilki Bidang – bidang, untuk bidang percetakan  haryan surya melayani cetak Koran, majalah, buku, dan tabloid produk non-kompas gramedia group.

Dalam bisnis informasi haryan surya menerapkan beberapa komponen yang harus diperhatikan dalam bisnis informasi yang meliputi keinginan konsumen, kecendrungan perubahan social, kiat-kiat pesaing serta mencermati perubahan teknologi, ekonomi,social, politik dan lain-lain

Gambaran sekema proses produksi surat kabar

a.    Struktur Organisasi PT. Antar Surya Jaya

PT. Antar Surya Jaya

. Visi dan Misi Perusahaan

Visi:

Menjadikan perusahaan media informasi terbesar, terpadu, dan terbaik di Jawa Timur melalui penerbitan surat kabar regional dengan menyajikan informasi yang terpercaya.

Misi:

Menjalankan bisnis secara sehat yang menguntungkan bagi stakeholder dan pelanggan.

1.2.3 UKM Cahayu

Cahayu adalah pusat/ sentral oleh-oleh makanan khas Bali seperti kacang asin Bali, kacang koro, kacang 4 rasa, kacang koro keju, dll, Usaha pusat/ sentral oleh-oleh khas Bali ini khusus untuk melayani wisatawan nusantara maupun mancanegara yang berkunjung ke Bali. Salah satu faktor yang mendukung suksesnya usaha ini adalah lokasi usaha yang strategis.

Cahayu adalah pusat/ central oleh-oleh makanan khas Bali yang didirikan oleh seorang anak desa terpencil di bawah lereng gunung di daerah Jateng (Jawa Tengah). Dengan tekad melangkah untuk meninggalkan kampung halaman di awal tahun 90-an dengan mencoba mengadu nasib yang pada awalnya untuk mencari pekerjaan di pulau Bali. Jadilah seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT) dan pada malam harinya juga beraktivitas di sebuah rumah sakit terkemuka di Denpasar yaitu rumah sakit Sanglah, menjadi penjaga (Waker).

Dengan bergulirnya waktu Robani banyak mencoba berbagai pekerjaan dan usaha dari jualan Sayur mayur, Mie ayam, Bakso, Jamu dll, dengan menggunakan gerobak hingga pada akhirnya memutuskan untuk menjual kacang goreng (yang pada saat ini lebih sering dikenal dengan sebutan kacang asin Bali).

Dan dengan keuletannya beliau (Robani) ini hingga berdirilah sebuah Perusahaan dan Central Oleh-Oleh yang cukup megah di lintasan pariwisata (di daerah Pasar Seni Sukawati). Perjalanan sebuah kehidupan yang pernah seorang Robani jalani. Dan pada akhirnya Cahayu berdiri pada tanggal 27 September 2002.

1.2.4. KUD MINA ASTITI SAMUDRA

KUD Mina Astiti Samudra yang beralamat di Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali itu, memang berawal dari kumpulan nelayan di Kelurahan Tanjung Benoa yang membentuk Koperasi Perikanan Laut (KPL) Astitining Samudra atau disingkat KPL Astitining Samudra.

Sesuai dengan perkembangan jaman KPL ini telah mengalami perubahan Anggaran Dasar sebanyak tiga kali dan berubah namanya menjadi KUD Mina Astiti Samudra dengan Nomor Badan Hukum 115/BH/PAD/KWK.22/III/1996.

Wilayah kerja KUD meliputi Kelurahan Tanjung Benoa dan Kelurahan Benoa. Wilayah tersebut lebih dikenal dengan sebutan kawasan wisata Nusa Dua dan menjadi kawasan pariwisata internasional yang ditandai dengan dibangunnya hotel-hotel berbintang seperti Bali Sol Hotel, Buale Hotel, Club Mediterance, Nusa Dua Hotel, Putri Bali Hotel, dan Hilton Hotel.

Melihat peluang itu, pada 1986/1987 KUD Mina Astiti Samudra didukung anggotanya merintis usaha di bidang kepariwisataan, khususnya jasa rekreasi laut (wisata bahari).Berkembangnya usaha wisata bahari ini menambah pendapatan para nelayan. Karena di samping menangkap ikan juga memperoleh jasa dari tamu.

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini ialah :

1.      Untuk mengetahui pengaruh Tekanan Masyarakat (Community Pressure) terhadap    Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility)?

2.    Untuk mengetahui pengaruh Tekanan Organisasi Lingkungan (Environmental Organization Pressure) terhadap Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility)?

1.4  Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah: Menambah wawasan pengetahuan mengenai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) dan Akuntansi Sosial. Memberikan kontribusi terhadap pengembangan penerapan praktik akuntansi. Sebagai referensi tambahan bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut menganai topik ini.

1.5 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya,maka permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah:

1.    Apakah Tekanan Masyarakat (Community Pressure) berpengaruh terhadap Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility)?

2.    Apakah Tekanan Organisasi Lingkungan (Environmental Organization Pressure) berpengaruh terhadap Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility)?

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A.   DIFINISI STAKEHOLDER

Pengertian Stakeholder Freeman (1984) mendefinisikan stakeholder sebagai berikut“ any group or individual Who can affect or is acffected by the achievement of the rganization”s objectives” . Berdasarkan definisi yang dikemukakan oleh Freeman diatas apat dipahami bahwa stekeholder merupakan kelompok ataupun individu yang dapat  mempengaruhi atau sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan perusahaan, sehingga secara eksplisit dapat disimpulkan bahwa stakeholder dapat mempengaruhi kelangsungan hidup  goingcorncern) perusahaan.

Pendapat lain tentang stakeholder dikemukakan oleh Blair et.al (1991) yaitu : “ As group or individuals who have an interest in the actions of an organization and ability to influence it “. Pengertian yang dikemukakan oleh Blair et.al (1991) dapat  diartikan bahwa stakeholder sebagai sebuah kelompok atau individu yang memiliki kepentingan dan dapat pula mempengaruhi jalannya operasional perusahaan. Jika dicermati secara secara substansial kedua pendapat diatas, memiliki orientasi konsep yang sama yatu menyangkut masalah kelangsungan hidup (goingcorncern) perusahaan. Berbeda dengan perspektif teori keagenan (Agency teory) yang hanya berorientasi kepada maksimalisasi kepentingan masing-masing pihak (Prinsipil dan agen), stekholder teori secara filosofis menghubungkan faktor-faktor eksternal yang sangat berhubungan erat dengan pencapaian tujuan perusahaan.

B.   Ruang Lingkup Stakeholder

Beberapa literatur menekankan 3 hal yang menjadi dalam ruang  ingkup stakeholder saat ini (lihat Kelley,1991;Kirby,1988) dalam  Henriques dan Sadorsky, 1999). Keempat hal tersebut adalah ;

1.    Regulasi pemerintah (Governmental Regulation), yaitu peraturan-peraturan yang dikeluarkan pemerintah menjadi aspek penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Beberapa contoh yang termasuk dalam regulasi pemerintah ini adalah izin operasional  perusahaan, analisis dan standar dampak lingungan, peraturan tentang tenaga kerja  perburuhan dan lainnya. Coghill (1999) juga mengemukakan bahwa pemerintah sangat  berperan dalam mengatur dunia usaha

2.    Kelompok Masyarakat (Community) Kelompok masyarakat menurut Kelly (1991); Coghill (1999) harus diperhatikan , karena kelompok masyarakat adalah elemen konsumen yang akan mengkonsumsi hasil produksi dari perusahaan. Kelompok lain yang dapat dikategorikan bagian dari masyarakat adalah institusi pendidikan yang selalu merespons secara kajian akademis jika terjadi sesuatu hal di dunia usaha terutama yang merugikan masyarakat umum demi kepentingan dan tujuan kelompok tertentu

3.    Organisasi Lingkungan (Environmental Organization), menurut Freeman (1984) dewasa ini telah menjadi salah satu kekuatan kontrol sosial yang dapat mengawasi aktifitas perusahaan. Orientasi organisasi lingkungan secara umum adalah menghindari eksploitasi yang berlebihan terhadap lingkungan hidup demi kepentingan perusahaan (profit). Aktifitas organisasi lingkungan menurut Mitroff, (1995); Turcotte (1995) dalam (Henriques dan Sadorsky, 1999) dapat memobilisasi gerakan masyarakat dan opini terhadap aktifitas perusahaan, sehingga kepentingan organsisi tersebut jika tidak disikapi dengan bijaksana akan berbenturan dengan kepentingan perusahaan

C.   Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Tangggung jawab Sosial Perusahaan (Social Corporate Responsibility) Klasifikasi  onseptual tanggungjawab social perusahaan dikemukakan oleh Carrol (1991); Watrick dan Cohan (1985) dengan memberikan karakteristik tanggung jawab perusahaan yang didasarkan pada 4 (empat) tipe perusahaan yaitu :

1.    Tipe perusahaan Reaktif (Reactive) dengan karakteristik Tidak adanya dukungan dari Manajemen, manajemen merasa entitas social itu tidak penting, Tidak adanya laporan tentang lingkungan social perusahaan, tidak adanya dukungan pelatihan tentang entitas social kepada karyawan

2.    Tipe Perusahaan Defensif (Defensive)dengan karakteristik Isu lingkungan social hanya diperhatikan jika dipandang perlu, Sikap perusahaan tergantung  ada kebijakan pemerintah tentang dampak lingkungan social yang harus dilaporkan, Sebahagian kecil karyawan mendapat dukungan untuk mengikuti pelatihan tentang  ingkungan social perusahaan

3.    Tipe Perusahaan Akomodatif (Accomodative)dengan karakteristik Terdapatnya beberapa kebijakan Top Manajemen tentang lingkungan social, Kegiatan akuntansi social dilaporkan secara internal dan sebahagian kecil secara eksternal, Terdapat beberapa karyawan mendapat dukungan untuk mengikuti pelatihan tentang lingkungan social perusahaan

4.    Tipe Perusahaan Proaktif (Proactive)dengan karakteristik top Manajemen mendukung sepenuhnya mengenai isu-isu lingkungan social perusahaan,  Kegiatan akuntansi social dilaporkan baik secara internal maupun eksternal perusahaan, Karyawan memperoleh pelatihan secara berkesinambungan tentang akuntansi dan lingkungan social perusahaan

D.   Peran Akuntansi Sosial

Menurut Hendriksen (1994), akuntansi sosial secara teoritis mensyaratkan perusahaan harus melihat lingkungan sosialnya antara lain masyarakat, onsumen, pekerja, pemerintah dan pihak lain yang dapat menjadi pendukung jalannya perasional karena pergeseran tanggungjawab perusahaan. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Gramee (2000) yaitu “ Financial reports prepared by reporting entities are a major aspect of corporate governance and accountability . Lebih jauh Wollin (1999) menyatakan ; “ Firms must take a responsible approach in their business activities,cause of There is public dissatisfaction.implementation of theirs responsibilities should be exposed at financial information to external user ” . Berdasarkan beberapa pendapat para peneliti tersebut dapat dijelaskan bahwa untuk mendapatkan gambaran tentang akuntansi social perusahaan, entitas bisnis harus mampu mengakses lingkungan sosialnya, setelah itu untuk menindak lanjuti dan mengukur kepekaan tersebut perusahaan memerlukan informasi secara periodikal, sehingga informasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi semua pihak

Akuntansi sosial dilaksanakan atas dasar aktifitas sosial yang dijalankan oleh suatu entitas bisnis, selanjutnya diproses berdasarkan prinsip, metode dan konsep akuntansi untuk diungkapkan bagi pihak – pihak yang berkepentingan, kemudian dari informasi yang dihasilkan pengguna informasi akan dapat menentukan kebijakan selanjutnya untuk aktifitas sosial dan kebijakan untuk lingkungan sosial entitas bisnis yang dijalankan. Situasi dan kondisi seperti yang telah diuraikan diatas menuntut suatu entitas bisnis untuk mampu mengakses kepentingan lingkungan sosialnya yang diikuti dengan pengungkapan dan pelaporan kepada pihak–pihak yang berkepentingan sehingga melahirkan sebuah laporan (output) yang mendeskripsikan segala aspek yang dapat mendukung kelangsungan hidup sebuah entitas.

E.   Ideal Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Untuk mendapatkan format ideal tanggung jawab sosial perusahaan, beberapa hal yang harus dilakukan menurut Jsofian (2007) adalah sebagai berikut:

a)    Perusahan harus melakukan gap analisis antara apa yang ideal harus dilakukan dengan apa yang telah dilakukan (existing) saat ini. Hasil dari gap analisis ini dapat menjadi acuan bagi perusahaan untuk mendapatkan solusi yang benar-benar dibutuhkan sehingga kehadiran perusahaan tersebut memberikan dampak positif bagi stakeholder.

b)    Konsistensi dalam menjalankan komitmen harus menjadi bagian dan gaya hidup dari semua level manajemen perusahaan. Oleh karenanya tanggung jawab sosial perusahaan harus menjadi bagian dalam strategic plan perusahaan mulai di mulai dari penentuan visi, misi, strategi, core belief, core value, program, penyusunan anggaran sampai kepada evaluasi. Tujuan dengan adanya strategic plan ini adalah untuk menjaga kesinambungan perusahaan di masa yang akan datang. Di dalam strategic plan faktor tanggung jawab sosial harus menjadi bagian dari road map perusahaan dalam rangka mencapai good corporate governance (GCG). Untuk mengevalusi penerapan strategic plan ini diperlukan tool yang dapat menjadi dashboard perusahaan di dalam menilai kinerja yang dihasilkan. Tool yang digunakan dapat berupa metode balanced scorecard atau hanya penerapan key performance indicator disetiap objektif yang ingin dicapai.

c)    Sudah saatnya tanggung jawab sosial perusahaan dikelola oleh suatu divisi tersendiri secara professional sehingga pertanggungajawaban terhadap manajemen dan stakeholder dapat transparan dan terukur kinerjanya. Divisi ini diberikan otoritas untuk dapat memutuskan secara cepat dan tuntas semua perkara (isu) yang berhubungan dengan para stakeholder. Divisi ini harus dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan pemerintah sebagai regulator, lembaga swadaya masyarakat, asosiasi yang berhubungan, dan masyarakat sehingga keputusan yang diambil dapat mengakomodir semua kepentingan. Dalam prakteknya staff dari divisi ini dapat diisi oleh personal dari berbagai perwakilan yang ada di stakeholder.

d)    Idealnya, pemerintah juga harus memiliki department yang berfokus untuk menagani regulasi tanggung jawab sosial perusahaan sehingga dapat menjadi mediator dan fasilitator bagi semua pihak yang berkepentingan. Fungsi lainnya dari department ini adalah sebagai auditor yang memberikan rangking dalam periode tertentu bagi semua perusahaan sesuai dengan bidang dan kelasnya, dengan adanya ranking ini memicu perusahaan untuk serius menangani masalah tanggung jawab sosial perusahaan. Departemen ini harus juga melibatkan institusi pendidikan dan akademisi untuk menjaga transparansi dalam proses audit.

e)    Pada era teknologi saat ini, peranan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sudah menjadi keharusan bukan lagi sebagai pendukung perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan dapat memanfaatkan TIK semaksimal mungkin untuk menciptakan proses yang efisien, efektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Misalkan dengan menggunakan software, internet, portal, dan teleconference sebagai alat komunikasi dengan stakeholder yang terintegrasi dengan proses bisnis yang ada dalam perusahaan.

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1. Analisis Data

Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama, baik dari individu atau perorangan yaitu wawancara. Wawancara yang dilakukan kepada pemilik usaha serta karyawan terkait. Data sekunder adalah data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau pihak lain (Umar,2001). Data sekunder yang kami gunakan diperoleh dari buku-buku literatur serta artikel yang terdapat di situs internet.

Analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif yaitu mempelajari sistem yang telah ada, kemudian membandingkan antara sistem yang telah ada tersebut dengan landasan teori yang digunakan.

3.2. Pembahasan

3.2.1. PT DOK PERKAPALAN SURABAYA

PT Dok Perkapalan Surabaya tergolong sebagai perusahaan yang mampu menerapkan tanggung jawab sosial dengan cukup baik. Berikut ini bentuk-bentuk pertanggungjawaban social yang diterapkan pada PT Dok Perkapalan Surabaya yaitu:

Regulasi pemerintah (Governmental Regulation), yang dikeluarkan pemerintah menjadi aspek penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan PT Dok Perkapalan .penerapan regulasi pemerintah pada dok perkapalan ini menerapakan dengan baik dan jelas.  Beberapa contoh yang termasuk dalam regulasi pemerintah pada PT Dok Perkapalan  adalah izin operasional  perusahaan, analisis dan standar dampak lingungan, peraturan tentang tenaga kerja  perburuhan dan lainnya.

PT Dok Perkapalan juga memperhatikan Kelompok Masyarakat , karena kelompok masyarakat adalah elemen konsumen yang akan mengkonsumsi hasil produksi dari perusahaan. Kelompok lain yang dapat dikategorikan bagian dari masyarakat adalah institusi pendidikan yang selalu merespons secara kajian akademis jika terjadi sesuatu hal di dunia usaha terutama yang merugikan masyarakat umum demi kepentingan dan tujuan kelompok tertentu.

Pada Perusahaan ini salah satu kekuatan kontrol sosial yang dapat mengawasi aktifitas perusahaan. Orientasi organisasi lingkungan secara umum adalah menghindari eksploitasi yang berlebihan terhadap lingkungan hidup demi kepentingan perusahaan (profit).

Perusahaan ini juga membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat, dan membantu mengurangi jumlah penganguran. Sedangkan bentuk pertanggungjawaban kepada pemerintah adalah dengan membayar pajak. Dengan begitu perusahaan juga menambah pendapatan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tipe Perusahaan pada PT Dok Perkapalan adalah tipe Proaktif (Proactive) dengan karakteristik top Manajemen mendukung sepenuhnya mengenai isu-isu lingkungan social perusahaan,  Kegiatan akuntansi social dilaporkan baik secara internal maupun eksternal perusahaan, Karyawan memperoleh pelatihan secara berkesinambungan tentang akuntansi dan lingkungan social perusahaan

Peranan teknologi informasi dan komunikasi pada Pt Dok Perkapalan sudah menjadi keharusan bukan lagi sebagai pendukung perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan dapat memanfaatkan TIK semaksimal mungkin untuk menciptakan proses yang efisien, efektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan

3.2.2.PENERBIT HARIAN SURYA

Penerbit Harian Surya Surabaya merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha penerbitan majalah dan surat kabar. Surat kabar yang diterbitkan bernama “Harian Surya”. Wilayah pemasaran Harian Surya berada di seluruh wilayah Jawa Timur.

Penerbit Harian Surya Surabaya tergolong sebagai perusahaan yang mampu menerapkan tanggung jawab sosial dengan cukup baik. Berikut ini bentuk-bentuk pertanggungjawaban social yang diterapkan pada Penerbit Harian Surya Surabaya yaitu:

Regulasi pemerintah (Governmental Regulation), yang dikeluarkan pemerintah menjadi aspek penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan Penerbit Harian Surya Surabaya.penerapan regulasi pemerintah pada Penerbit Harian Surya Surabaya ini menerapakan dengan baik dan jelas.  Beberapa contoh yang termasuk dalam regulasi pemerintah pada Penerbit Harian Surya Surabaya adalah izin operasional  perusahaan, analisis dan standar dampak lingungan, peraturan tentang tenaga kerja  perburuhan dan lainnya.

Penerbit Harian Surya Surabaya juga memperhatikan Kelompok Masyarakat , karena kelompok masyarakat adalah elemen konsumen yang akan mengkonsumsi hasil produksi dari perusahaan. Kelompok lain yang dapat dikategorikan bagian dari masyarakat adalah institusi pendidikan yang selalu merespons secara kajian akademis jika terjadi sesuatu hal di dunia usaha terutama yang merugikan masyarakat umum demi kepentingan dan tujuan kelompok tertentu.

Pada Perusahaan ini salah satu kekuatan kontrol sosial yang dapat mengawasi aktifitas perusahaan. Orientasi organisasi lingkungan secara umum adalah menghindari eksploitasi yang berlebihan terhadap lingkungan hidup demi kepentingan perusahaan (profit).

Perusahaan ini juga membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat, dan membantu mengurangi jumlah penganguran. Sedangkan bentuk pertanggungjawaban kepada pemerintah adalah dengan membayar pajak. Dengan begitu perusahaan juga menambah pendapatan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tipe Perusahaan pada Penerbit Harian Surya Surabaya adalah tipe Proaktif (Proactive) dengan karakteristik top Manajemen mendukung sepenuhnya mengenai isu-isu lingkungan social perusahaan,  Kegiatan akuntansi social dilaporkan baik secara internal maupun eksternal perusahaan, Karyawan memperoleh pelatihan secara berkesinambungan tentang akuntansi dan lingkungan social perusahaan

Peranan teknologi informasi dan komunikasi pada Penerbit Harian Surya Surabaya sudah menjadi keharusan bukan lagi sebagai pendukung perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan dapat memanfaatkan TIK semaksimal mungkin untuk menciptakan proses yang efisien, efektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Salah satu wujud tanggung jawab social perusahaan kepada pelanggannya adalah dengan adanya program 101%  guarantee. Para pelanggan masih setia menggunakan jasa perusahaan ini karena PT Harian Surya menjaga kualitas pelayanan dan produknya. Dan wujud pertanggungjawaban social bagi masyarakat sekitar yaitu dengan didirikannya perusahaan ini berarti juga ikut memperluas lapangan pekerjaan dan memberikan Informasi-informasi akurat kepada masyarakat.

3.2.3.UKM CAHAYU

Cahayu adalah pusat/ sentral oleh-oleh makanan khas Bali seperti kacang asin Bali, kacang koro, kacang 4 rasa, kacang koro keju, dll.Usaha pusat/ sentral oleh-oleh khas Bali ini khusus untuk melayani wisatawan nusantara maupun mancanegara yang berkunjung ke Bali. Salah satu faktor yang mendukung suksesnya usaha ini adalah lokasi usaha yang strategis Cahayu tergolong sebagai perusahaan yang mampu menerapkan tanggung jawab sosial dengan cukup baik. Berikut ini bentuk-bentuk pertanggungjawaban social yang diterapkan pada Cahayu yaitu:

Regulasi pemerintah (Governmental Regulation), yang dikeluarkan pemerintah menjadi aspek penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan Cahayu .penerapan regulasi pemerintah pada Cahayu ini menerapakan dengan baik dan jelas.  Beberapa contoh yang termasuk dalam regulasi pemerintah pada Cahayu adalah izin operasional  perusahaan, analisis dan standar dampak lingungan, peraturan tentang tenaga kerja  perburuhan dan lainnya.

Cahayu juga memperhatikan Kelompok Masyarakat , karena kelompok masyarakat adalah elemen konsumen yang akan mengkonsumsi hasil produksi dari perusahaan. Kelompok lain yang dapat dikategorikan bagian dari masyarakat adalah institusi pendidikan yang selalu merespons secara kajian akademis jika terjadi sesuatu hal di dunia usaha terutama yang merugikan masyarakat umum demi kepentingan dan tujuan kelompok tertentu.

Pada Perusahaan ini salah satu kekuatan kontrol sosial yang dapat mengawasi aktifitas perusahaan. Orientasi organisasi lingkungan secara umum adalah menghindari eksploitasi yang berlebihan terhadap lingkungan hidup demi kepentingan perusahaan (profit).

Perusahaan ini juga membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat, dan membantu mengurangi jumlah penganguran. Sedangkan bentuk pertanggungjawaban kepada pemerintah adalah dengan membayar pajak. Dengan begitu perusahaan juga menambah pendapatan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tipe Perusahaan pada Cahayu adalah tipe Proaktif (Proactive) dengan karakteristik top Manajemen mendukung sepenuhnya mengenai isu-isu lingkungan social perusahaan,  Kegiatan akuntansi social dilaporkan baik secara internal maupun eksternal perusahaan, Karyawan memperoleh pelatihan secara berkesinambungan tentang akuntansi dan lingkungan social perusahaan

Peranan teknologi informasi dan komunikasi Cahayu sudah menjadi keharusan bukan lagi sebagai pendukung perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan dapat memanfaatkan TIK semaksimal mungkin untuk menciptakan proses yang efisien, efektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Disamping itu Cahayu membantu pemerintah untuk ikut serta mengurangi pengangguran dan mengembangkan industri pariwisata, serta menambah pendapatan daerah maupun Negara. Dan wujud pertanggungjawaban Cahayu kepada pelanggannya adalah dengan mendaftarkan produk-produk makanannya di departemen kesehatan dan mencantumkan kodenya. Cahayu juga mencantumkan tanggal kadaluarsa di setiap kemasan produk-produknya tersebut. Sehingga pelanggan merasa aman saat mengkonsumsi produk-produk dari Cahayu.

3.2.4.KUD MINA ASTITI SAMUDRA

Kud Mina Astiti Samudra adalah suatu badan usaha dibidang objek wisata.yang dikelolah berdasarkan ADART dan kalangan masyarakat sekitar, dengan tujuan meningkatkan perekonomian wilayah. Pada KUD ini menerapkan beberapa bentuk pertanggung jawaban sosial antara lain

Regulasi pemerintah (Governmental Regulation), yang dikeluarkan pemerintah menjadi aspek penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan Cahayu .penerapan regulasi pemerintah pada Kud Mina Astiti Samudra ini menerapakan dengan baik dan jelas.  Beberapa contoh yang termasuk dalam regulasi pemerintah pada Cahayu adalah izin operasional  perusahaan, analisis dan standar dampak lingungan, peraturan tentang tenaga kerja  perburuhan dan lainnya.

Kud Mina Astiti Samudra juga memperhatikan Kelompok Masyarakat , karena kelompok masyarakat adalah elemen konsumen yang akan mengkonsumsi hasil produksi dari perusahaan. Kelompok lain yang dapat dikategorikan bagian dari masyarakat adalah institusi pendidikan yang selalu merespons secara kajian akademis jika terjadi sesuatu hal di dunia usaha terutama yang merugikan masyarakat umum demi kepentingan dan tujuan kelompok tertentu.

Pada Perusahaan ini salah satu kekuatan kontrol sosial yang dapat mengawasi aktifitas perusahaan. Orientasi organisasi lingkungan secara umum adalah menghindari eksploitasi yang berlebihan terhadap lingkungan hidup demi kepentingan perusahaan (profit).

Perusahaan ini juga membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat, dan membantu mengurangi jumlah penganguran. Sedangkan bentuk pertanggungjawaban kepada pemerintah adalah dengan membayar pajak. Dengan begitu perusahaan juga menambah pendapatan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tipe Perusahaan pada Kud Mina Astiti Samudra adalah tipe Proaktif (Proactive) dengan karakteristik top Manajemen mendukung sepenuhnya mengenai isu-isu lingkungan social perusahaan,  Kegiatan akuntansi social dilaporkan baik secara internal maupun eksternal perusahaan, Karyawan memperoleh pelatihan secara berkesinambungan tentang akuntansi dan lingkungan social perusahaan

Peranan teknologi informasi dan komunikasi Kud Mina Astiti Samudra kurang menerapkan teknologi karena system yang digunakan sangat sederhana dan mengantisifasi data-data penting menggunakan manual agar tidak terserang viruss data ataupun data kehapus (tutur pipinan KUD)..

Dengan adanya wisata bahari yang dikelola oleh KUD MINA ASTITI SAMUDRA di Tanjung Benoa ini, maka membuka peluang untuk berwirausaha bagi masayarakat yang tinggal di sekitar wilayah Tanjung Benoa, misalnya saja banyak warga yang membuka toko pakaian, restoran, supermarket, dan lain-lain. Sedangkan wujud tanggung jawab terhadap wisatawan adalah dengan memberikan asuransi saat mempergunakan fasilitas water sport.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Perusahaan merupakan suatu organisasi yang mendukung pembangunan negara di bidang ekonomi. Suatu perusahaan pada umumnya didirikan dengan tujuan untuk mencari profit di samping memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa. Di dalam menjalankan tugasnya, yaitu memproduksi barang dan jasa disajikannya kepada masyarakat atau konsumen, dan meningkatkan akuntansi pertanggung jawaban sosial baik internal maupun eksternal yang dapat berpengaruh terhadap pengembangan usaha dan berpengaruh stakeholder dalam mengambil keputusan.

Perusahan harus melakukan gap analisis antara apa yang ideal harus dilakukan dengan apa yang telah dilakukan (existing) Konsistensi dalam menjalankan komitmen harus menjadi bagian dan gaya hidup dari semua level manajemen perusahaan,

Akuntansi sosial secara teoritis mensyaratkan perusahaan harus melihat lingkungan sosialnya antara lain masyarakat, onsumen, pekerja, pemerintah dan pihak lain yang dapat menjadi pendukung jalannya perasional karena pergeseran tanggungjawab perusahaan

B. SARAN

Berdasarkan kesimpulan di atas, saran bagi keempat perusahaan tersebut adalah :

1.  PT. DOK PERKAPALAN SURABAYA

Perusahaan banyak menggunakan sumber daya Oleh karena itu, kami menyarankan pada perusahaan untuk melakukan penghematan dalam penggunaan energy tersebut. Disamping itu, perusahaan juga harus mengupayakan agar menemukan sumber daya pengganti dan mengaudit laporan Keuangan dan system pengendalian akuntansinya .

2.  HARIAN SURYA

Perusahaan hendaknya mengetahui perhitungan akuntansi perusahaan sehingga dapat ikut mengontrol pembayarannya. Hal ini semata-mata karena pajak merupakan wujud pertanggungjawaban perusahaan terhadap pemerintah. Serta diharapkan mampu menyajikan berita-berita yang akurat dan berkualitas.

3.  CAHAYU

Membuat kemasan produk yang ramah lingkungan seperti mengganti kemasan plastik ke kemasan kardus atau pun mengganti kantong plastik menjadi kantong kertas.

4.  KUD MINA ASTITI SAMUDRA

Agar lebih meningkatkan tanggung jawab social perusahaannya kepada anggotanya. KUD sebaiknya selalu mewajibkan anggotanya yang bekerja mempergunakan peralatan water sport untuk menggunakan peralatan pelindung, misalnya saja pelampung. Dan selalu memperhatikan keselamatan wisatawan.

Sedangkan saran untuk pemerintah, perlu terus melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha untuk menyamakan presepsi mengenai pentingnya pertanggungjawaban social. Dibutuhkan pula konsistensi dan komitmen baik dari pemerintah maupun pelaku usaha (investor) dalam melaksanakan pertanggungjawaban social sebagai suatu kewajiban hukum.

.

About these ads